Berulang Kali Longsor Ancam Keselamatan Penghuni Kompleks Buana Flamingo, Begini Tanggapan DPRD Cimahi

Bandung Raya58 Dilihat

Kota Cimahi – Kompleks Buana Flamingo bukan yang pertama mengalami bencana tanah longsor, sebelumnya bencana serupa juga melana komplek perumahan yang memang berdiri di atas lereng perbukitan di Kota Cimahi.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, merespons bencana tanah longsor yang kerap terjadi kompleks Buana Flamingo, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, yang tak hanya merusak properti, tetapi juga mengancam keselamatan penghuninya.

Kepada prfmnews.id, Wahyu Widyatmoko mengatakan bahwa pihaknya turut memberi perhatian terhadap bencana yang terjadi pada Jumat (30/10/2026), dengan segera melakukan koordinasi bersama Pemkot Cimahi yang memiliki kapasitas teknik melalui OPD terkait.

Baca juga: Waspada Berkendara Malam Hari! Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Jalanan di Soreang

“Kita beri perhatian karena kita juga namanya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, kita harus konsentrasi ke sana juga sesuai kewenangan yang kita lakukan. Salah satunya dengan koordinasi bersama pemerintah kota yang memiliki kewenangan secara teknis oleh dinas terkait,” jelasnya, Jumat (30/10/2026).

Melalui koordinasi yang dimaksudnya itu, pemerintah kota bersama DPRD menurut Wahyu turut ambil bagian dalam langkah dan upaya penanganan terhadap resiko bencana yang terjadi.

Politisi PKS itu berharap seluruh pihak dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari bencana yang terjadi, termasuk di Kompleks Mandalika beberapa waktu lalu yang tak jauh dari lokasi Buana Flamingo, serta sama-sama berada di Kecamatan Cimahi Selatan dan berdiri di atas lereng.

Baca juga: Polresta Bandung Amankan Pemuda Tanjung Priuk, Pelaku Penipuan Gunakan ATM Kadaluarsa

“Beberapa perumahan di Kota Cimahi memang berada di lereng. Beberapa tahun lalu juga pernah kejadian di salah satu perumahan di Leuwigajah. Tentunya ini kan menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua, bagi kami juga selaku DPRD, dan Pemkot Cimahi beserta dinas-dinas terkait,” ujarnya.

Sementara terkait tanah longsor di Kompleks Buana Flamingo Wahyu mengapresiasi langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh pihak pengembang. Kendati demikian, keberadaan kompleks perumahan di atas lereng tetap menjadi perhatian pihaknya.

Ke depan, DPRD Kota Cimahi menurutnya akan berkoordinasi dengan Pemkot Cimahi agar memperketat perizinan pembangunan perumahan di atas lereng atau perbukitan.

Baca juga: Kerap Dilanda Longsor, Warga Kompleks Buana Flamingo Cimahi Pertanyakan Tanggung Jawab Pengembang

Pengetatan izin akan dilakukan berupa pendalaman kajian dan analisis sesuai ketentuan dan peraturan yang semestinya, sebelum izin mendirikan perumahan dikeluarkan oleh pihak berwenang.

“Ke depannya, setiap pembangunan dan perizinan perumahan-perumahan, tentunya segala macam kajian, perizinan, dan yang lainnya harus benar-benar ketat, harus sesuai dengan ketentuan bentuk dan jenis bangunan seperti apa yang bisa dibangun di atas lereng,” jelasnya.

Sebelumnya dilaporkan, bencana tanah longsor terjadi di Kompleks Buana Flamingo. Tak hanya sekali, di sepanjang Oktober 2026 sudah terjadi sedikitnya lima kali bencana tanah longsor.

Baca juga: Dedi Mulyadi Akan Digitalkan Pelaksanaan Pilkades di Seluruh Jawa Barat: Model Demokrasi Lahirkan Efisiensi

Meski tak tercatat adanya korban jiwa, setidaknya beberapa rumah sudah mengalami retak, jalan komplek yang amblas, paving block mengalami kerusakan, serta bagian struktur beton yang mengalami retakan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *