Penguatan Pendidikan Agama dan Karakter Sekolah Nur Al Rahman Bikin Sekolah di Malaysia Tertarik Mempelajarinya

Pendidikan9 Dilihat

Kota Cimahi – Dewasa ini banyak sekolah di Indonesia yang sudah mengembangkan pendidikan melalui berbagai improvisasi, dengan tujuan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Seperti yang dilakukan Sekolah Islam Terpadu Nur Al Rahman melalui inovasi dan improvisasi dalam penyelenggaraan pendidikan di bawah Yayasan Nur Al Rahman, Kota Cimahi.

Sekolah yang berokasi di Jalan Daeng Moh. Ardiwinata (Cihanjuang) itu sangat konsen terhadap upaya membangun SDM melalui penguatan pendidikan karakter.

Baca juga: Delapan Tahun Nantikan Pembayaran Proyek Eks Wagub Jabar, Konsultan Tasikmalaya Akui Merugi 3,9 Miliar

Disampaikan Ketua Yayasan Nur Al Rahman, Aji Rahman Baskoro, selain akademis, pendidikan yang diterapkan disekolahnya menitikberatkan pada nilai-nilai agama (Islam) dan karakter.

“Karaternya juga kita kombinasikan antara karakter untuk yang qur’ani dan juga karakter leadership,” ungkap Aji saat ditemui di Cimahi, Rabu (29/7/2026).

Lebih lanjut Aji menjelaskan, pendidikan karakter yang dmaksudnya itu secara khusus mengajarkan siswa untuk bisa berbicara dengan baik, hingga ilmu untuk membuat siswa bisa mengatur dirinya sendiri.

Baca juga: Polresta Bandung Berhasil Sita Satu Juta Obat Keras Serta Ungkap Ratusan Kasus Narkoba

Pendidikan karakter diterapkan secara berjenjang, sesuai dengan tingkatan sekolah para siswa. Semakin tinggi jenjang mereka, maka mereka akan bisa memimpin orang lain.

Keunggulan dalam konsep improvisasi pendidikan yang diterapkan Sekolah Nur Al Rahman nyatanya menarik sejumlah sekolah di Malaysia untuk datang mempelajarinya.

Didampingi Universitas Pendidikan Indonesia, sejumlah kepala sekolah dari Sabah, Malaysia, melakukan kunjungan ke Sekolah Nur Al Rahman dalam kegiatan “Lesson Study for Sustainable School Improvement”.

Baca juga: Wakil Wali Kota Cimahi Soroti Pentingnya Improvisasi untuk Keberlanjutan Dunia Pendidikan

Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang apa yang dilakukan yayasan tersebut berkaitan dengan improvisasi dalam dunia pendidikan.

“Kita sebetulnya enggak meminta, tapi memang ditunjuk untuk bisa sharing apa yang kita lakukan di sini. Sementara kita memang open saja, kita coba membuka apa yang kita lakukan,” jelasnya.

Tak sekadar melihat, dalam kunjungan tersebut, kata Aji sangat memungkinkan para kepala sekolah dari Malaysia itu mengamati, memberikan penilaian, hingga memberikan masukan atas apa yang dilakukan di sekoah Nur Al Rahman selama ini.

Baca juga: Yayasan Nur Al Rahman Jadi Lokasi Lesson Study Kepsek dari Malaysia, Wawalkot Adhitia: Kami Bangga

Dari kunjungan sekolah di “Negeri Jiran” itu diharapkan Aji dapat membuahkan kerja sama di bidang pendidikan antara RI dan Malaysia dalam waktu yang panjang.

“Kita harapkan ini menjadi kerjasama yang tidak hanya berhenti di sini, tetapi kita juga ingin membangun networking supaya ada hubungan yang lebih panjang lagi antara pendidikan di Malaysia dan di Indonesia, secara khusus di Cimahi,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *