Pramuka Kwarda Jawa Barat Terus Lakukan Optimaliasi Teknologi Digital dalam Tata Kelola Organisasi

Bandung Raya643 Dilihat

Kota Bandung – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat menyambut baik serta semakin adaptif terhadap perkembangan dunia digital. Hal tersebut ditunjukkan melalui pendataan anggota Pramuka berbasis digital.

Kini Gerakan Pramukan Kwarda terkhusus Jawa Barat, tak hanya mengadopsi teknologi dalam pendataan anggota, namun ternyata juga terdapat aplikasi AyoPramuka Kwarnas sebagai bagian dari tata kelola organisasi kepanduan.

Pada rapat koordinasi yang digelar di Pusiklatda Bumi Perkemahan Kiarapayung, Kabupaten Sumedang, Minggu (25/10/2026), menjadi penguat upaya pengelolaan data serta komunikasi digital organisasi Pramuka.

Baca juga: Revitalisasi Hadirkan Wajah Baru Pasar Cijerah Tampak Makin Cerah

Dikatakan Kepala Pusdatin Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat Irfan Paturohman, rakor tersebut bukan sebatas memenuhi agenda rutin, namun merupakan langkah srategis dalam memperkuat organisasi di era digital.

“Tata kelola organisasi yang kuat harus dimulai dari data yang akurat. Karena itu, kami meminta seluruh Kwarcab mengoptimalkan pendataan anggota secara menyeluruh, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Irfan.

Dalam rakor yang diikuti 27 perwakilan Kwarcab se-Jabar, Irfan menekankan agar pendataan dilakukan secara menyeluruh tanpa kecuali. Mulai dari anggota muda di tingkat Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega. Serta anggota dewasa seperti Pelatih, Pembina, dan Pengurus.

Baca juga: Gubernur Jawa Barat Apresiasi Bupati Bekasi Lakukan Normalisasi Sungai Jelang Musim Hujan

Namun dalam pelaksanaannya, pendataan kata dia juga harus dilaksanakan dengan optimal. Untuk menjamin itu terjadi, pihaknya (Kwarda) berjanji akan melakukan monitoring langsung ke setiap Kwarcab.

“Validasi data harus dilakukan secara terus-menerus agar data yang tersimpan berkesinambungan dan dapat menjadi acuan tunggal dalam penyusunan program serta pembinaan keanggotaan di Jawa Barat,” ujarnya.

Yang tak kalah menarik dari perhatian Irfan adalah soal keberadaan media sosial. Dirinya memandang penting untuk setiap Kwarcab memiliki dan mengelola media sosial resmi masing-masing.

Baca juga: Kurang dari 24 Jam Polres Bogor Amankan Terduga Pelaku Tindak Kekerasan Sebabkan Bobotoh Meninggal Dunia

Melalui optimalisasi media sosial yang baik, Irfan yakin organisasi gerakan Pramuka akan tampak lebih profesional, menarik, bahkan mungkin inspiratif bagi masyarakat.

“Tampilkan karya, bakat, kegiatan, dan pengabdian anggota Pramuka kepada masyarakat secara konsisten dan profesional. Media sosial harus menjadi ruang untuk memperkuat branding dan citra positif Gerakan Pramuka,” jelasnya.

Optimalisasi teknologi digital dalam gerakan Pramuka juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Kehumasan Kwarda Jawa Barat Iip Hidayat. Ia menyoroti pentingnya Kwarda Jawa Barat memiliki website dengan tata kelola yang baik pula.

Baca juga: Respon Peristiwa Pengeroyokan di Pasar Caringin, Walkot Bandung Minta Kewilayahan Tingkatkan Perhatian Keselamatan Warga

““Website adalah pilar utama penguatan pemberitaan dan literasi digital Gerakan Pramuka. Ini menjadi target prioritas Komisi Komunikasi dan Digital Kwarda Jawa Barat yang harus diturunkan hingga tingkat Cabang,” jelas.

Iip menegaskan, kehadiran website di setiap Kwarcab akan menghadirkan informasi terkait gerakan Pramuka dengan cepat dan akurat.

Soal skala prioritas optimalisasi teknologi digital pada gerakan Pramuka, ia mengatakan dengan tegas bahwa pendataan anggota secara digital serta pembangunan website harus dilakukan secara bersamaan.

Baca juga: 3.000 Mahasiswa Ikuti KKN Bertema Pengelolaan Sampah, Dituntut Edukasi Masyarakat

“Data yang presisi, media sosial yang terkelola dengan baik, serta saluran berita yang kuat adalah kunci agar Gerakan Pramuka Jawa Barat semakin solid, adaptif, dan berdaya saing di era digital,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *