Pesan KDM di Pelantikan Bupati Bekasi: Bupati Jangan Titip Tender Proyek dan Berbisnis

Jawa Barat162 Dilihat

Kota Bandung – sebuah pesan penting disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutan yang disampaikan usai melantik Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja di Aula Bale Gede, Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/10/2026).

Salah satu pesan paling tegas yang disampaikan Dedi Mulyadi adalah agar Bupati Asep Surya Atmaja tidak ikut campur dalam lelang tender setiap proyek pembangunan di Kabupaten Bekasi.

“Lakukan seluruh pekerjaan, lelang secara terbuka, yang menangnya adalah profesional, bupati gak boleh nitip-nitip. Siapa yang menang, terserah siapa yang terbaik, selesai gak ada masalah,” tegas KDM.

Baca juga: Kasus Cekcok Pasutri Akibat Judol Berujung Kematian Anak Kandung Diungkap Polresta Bandung

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Jabar memperkuat saran agar Pemerintah Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinan Asep Surya Atmaja bisa segera menggenjot pembangunan sekaligus meningatkan kinerja layanan dari setiap kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Dengan APBD yang besar, Kabupaten Bekasi diharapkan KDM dapat terus meningkatkan layanan publik dengan menambah belanja infrastruktur jalan, sektor pendidikan, serta layanan kesehatan masyarakat.

“Saya minta kepada Dokter Asep sebgai Bupati, pimpin OPD Bekasi, tingkatkan layanan masyarakatnya, perbanyak belanja infrastrukturnya. Jalannya harus pada mulus, sekolahnya harus pada bagus, puskesmas dan rumah sakitnya harus jadi yang terbaik,” pintanya.

Baca juga: Mengaku Anggota Polri, Kawanan Perampok di Bandung Terancam Sembilan Tahun Penjara

KDM juga mencatat keuangan daerah Kabupaten Bekasi yang selalu tersisa dalam jumlah yang cukup besar. Menurutnya, uang tersebut lebih baik dihabiskan untuk pembangunan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam hitungannya, Pemkab Bekasi selalu memiliki sisa hingga mencapai Rp1 Triliun. Berbanding terbalik dengan kondisi APBD Provinsi Jawa Barat yang justru mengalami defisit dengan jumlah yang hampir sama.

“Pemprov Jawa Barat diperkirakan defisit lebih dari Rp1 triliun, belanjanya terus-terusan setiap hari. Hari ini di kas Bekasi masih ada Rp1 Triliun. Artinya, uang dari masyarakat terus ditagih disimpan di Bank BJB. Ngapain dikumpulin gak dibelajain? Duit negara harus cepat kembali ke rakyat,” tegasnya.

Baca juga: Pemkab Bandung Siapkan Eks RSUD Soreang Jadi Gedung SMPN 5 Soreang

Namun, mantan Bupati Purwakarta itu juga mengakui jika mnghabiskan seluruh keuangan daerah kerap membuat para kepala OPD ketakutan dimintai pertanggungjawaban.

Dikatakan KDM, ketakutan tersebut seharusnya tak terjadi jika setiap kepala OPD dan pejabat lainnya bekerja dengan baik, tanpa melakukan kesalahan dalam penggunaan keuangan daerah.

“Kenapa itu terjadi, kenapa kita takut, karena kitanya salah. Kalau kita tidak salah tidak akan takut. Saya yakin Dokter Asep tidak pernah berbuat salah, sehingga Dokter Asep tidak akan pernah takut oleh tekanan siapapun asalkan menjalankan pemerintahan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: 11 Negara ASEAN Satukan Langkah Hadapi Tantangan Teknologi

Kabupaten Bekasi menurutnya perlu melakukan percepatan dalam berbagai hal, mengingat kondisi wilayahnya yang sangat memerlukan perhatian, terutama dari sisi tata kelola lingkungan.

Bekasi itu duitnya banyak tapi daerahnya tidak rapi. Sungainya penuh sampah, rumput sungainya tinggi, sampah baligho bertebaran. Bupati gak usah bisnis-bisnisan, bupati gak usah bisnis limbah, bisnis apa, fokus pada pekerjaan, saya yakin gaji bapak udah cukup,” tegasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *