3.000 Mahasiswa Ikuti KKN Bertema Pengelolaan Sampah, Dituntut Edukasi Masyarakat

Jawa Barat170 Dilihat

Kota Bandung – Sebanyak 3.000 mahasiswa Telkom University melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di kampus mereka, Sabtu (24/10/2026).

KKN tersebut dikatakan tematik karena memang memiliki tema tertentu yang unik, yaitu “Gradasi” (Gotong Royong Akademisi Berkolaborasi dan Brinovasi).

Ribuan mahasiswa tersebut akan melaksanakan KKN tematik secara tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Mereka dituntut mampu memahami persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, terutama terkait sampah.

Baca juga: Laksanakan Operasi Patuh 2026, Polres Cimahi Terjunkan 139 Personel Gabungan

“Tema yang kita usung adalah pengelolaan sampah, tentu bukan hanya konsen belajar tapi bagaimana memulai memahami dinamika persoalan di sekeliling kita,” ujar Sekda Jabar Herman Surytman.

Tugas utama para mahasiswa saat melaksanakan KKN trsebut, lanjut Herman, adalah memberikan edukasi kepda masyarakat setempat terkait pengelolaan sampah. Dengan demikian, terbukti bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, akademisi, serta masyarakat.

Kegiatan mahasiswa dititik beratkan pada tugas edukasi kepada masyarakat hingga memahami bagaimana mengurangi, memanfaatkan, hingga mendaur ulang sampah. Hal itu sejalan dengan Tri Dharma, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Pesan KDM di Pelantikan Bupati Bekasi: Bupati Jangan Titip Tender Proyek dan Berbisnis

“Kami berpandangan persoalan sampah ini harus bahu-membahu antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi, dengan sasaran utamanya adalah mengedukasi masyarakat,” jelasnya.

Persoalan sampah bukan persoalan baru dan hanya kali ini saja, Herman mengatakan saat ini produksi sampah harian di Bandung Raya mencapai 5.000 ton. Jumlah yang sangat banyak dan harus diatasi agar tidak menjadi lautan.

“Setiap hari sampah di Bandung Raya ada 5.000 ton dan yang terkelola baru 30 persen yang sejatinya bisa dikelola sejak dari rumah tangga dengan mengurangi, memanfaatkan dan mendaur ulang sampah,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *