Gubernur Jawa Barat Sebut Program Gentengisasi Hidupkan Kembali Industri Kecil di Daerah

Jawa Barat77 Dilihat

Kabupaten Majalengka – Program gentengisasi yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto menghidupkan kembali industri genteng di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Majalengka yang dikenal dengan produk Genteng Jatiwangi.

Program gentengisasi ala Prabowo juga melahirkan kebijakan baru dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dimana ia akan memastikan seluruh pembangunan infrastruktur yang didanai APBD seperti gedung sekolah, jembatan, pagar, dan lainnya, akan menggunakan material tersebut.

Selain menghidupkan kembali akar taradisi dan budaya Jawa Barat, penggunaan material dari alam sekitar juga akan menghidupkan kembali industri lokal seperti pabrik genteng, sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar.

Baca juga: ASICS Football Draft Combine 2026 Buka Peluang Pesepak Bola Muda ke Jepang

“Genteng itu temannya bata (merah). Di provinsi Jawa Barat ini sudah mulai kesulitan karena pengrajinnya sudah mulai terbatas. Seluruh bangunan sekolah, kantor, kemudian ornamen jalan pagar, semuanya menggunakan bata berbasis tanah,” kata Dedi Mulyadi (KDM) saat melepas 600 truk genteng untuk pembangunan rumah program Kementerian PKP, Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, penggunaan material lokal juga akan memberikan nilai estetika yang cukup tinggi, baik yang tetap mempertahankan warna asli dari batu bata itu sendiri atau dicat putih seperti pada sejumlah infrastruktur yang sudah dibangun di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Penggunaan batu bata dan genteng dari tanah liat kata KDM, umumnya dilakukan masyarakat di bagian utara wilayah Jawa Barat. Hal tersebut tak lepas dari pengaruh tradisi kerajaan Mataram dahulu.

Baca juga: Desa Pajajar Segera Diubah Jadi Kampung Adat di Majalengka, KDM: Akan Dibangun 40 Rumah Adat

Sementara di wilayah selatan Jawa Barat, material alam yang banyak digunakan masyarakatnya adalah bambu dan ijuk. Oleh karena itu KDM akan mengeluarkan kebijakan penggunaan kedua material tersebut untuk pembangunan rumah-rumah di wilayah pegunungan.

“Maka kebijakan provinsi hari ini adalah rumah-rumah yang dibangun lewat dana provinsi itu menggunakan bambu dan ijuk untuk daerah gunung, untuk daerah yang panas mengunakan genteng,” ucapnya.

Dengan demikian, pemprov Jabar kata KDM akan melaksanakan pembangunan dengan penggunaan material alam serta disesuaikan dengan karakteristik dan budaya di masing-masing wilayah.

Baca juga: Enam Cabor Kontingen Porprov XV Jawa Barat Dilepas Ketua DPRD Kota Cimahi

Ia optimis pembangunan dengan memperhatikan penggunaan batu bata dan genteng untuk wilayah panas, serta penggunaan bambu dan ijuk untuk wilayah dingin di Jawa Barat, akan mampu menggerakan ekonomi kecil.

“Kalau ini dipadukan, maka APBN akan bergerak dan jatuh ke saku-saku rakyat kecil, industri kecil akan berjalan, orang akan bekerja, dan semuanya akan terlindungi oleh asuransi, artinya semua berhasil,” ujarnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *