Desa Pajajar Segera Diubah Jadi Kampung Adat di Majalengka, KDM: Akan Dibangun 40 Rumah Adat

Jawa Barat2 Dilihat

Kabupaten Majalengka – Desa Pajajar yang berada di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka akan segera disulap menjadi kampung adat Sunda oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Rencana tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dalam kunjungannya ke Kabupaten Majalengka, sekaligus meresmikan ruas jalan Jatiwangi-Cigasong yang sudah selesai diperbaiki, Jumat (6/11/2026).

“Ini kampung harus tetap menjadi kampung adat, Desa Pajajar, ada mata airnya di sini. Di sini kita akan dibangun 40 rumah adat,” kata Dedi Mulyadi (KDM) kepada Bupati Majalengka Eman Suherman.

Baca juga: Enam Cabor Kontingen Porprov XV Jawa Barat Dilepas Ketua DPRD Kota Cimahi

Untuk mendukung rencana tersebut, KDM juga memastikan infrastruktur jalan akan dibuat mulus, bahkan setiap gang di sekitar Kampung Adat juga akan dipasangi paving block.

Semua rencana itu akan ia wujudkan pada 2027 mendatang, dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kepariwisataan di wilayah sekitar.

“Tahun depan, ini (Desa Pajajar) akan menjadi desa wisata. Nanti jalannya dibikin licin, gang-gangnya kasih paving block. Biar nanti orang bisa datang kesini untuk menikmati ketenangan hidup,” ujarnya.

Baca juga: KDM Tanggapi Video Karyawati Alami Kecelakaan Kerja Tanpa Perhatian Perusahaan: Perusahaan Wajib Lindungi Pekerja

Bupati Majalengka Eman Suherman menyambut baik rencana tersebut. Bahkan dirinya menyampaikan apresiasi kepada gubernur atas inisiasi pembangunan rumah adat di daerahnya.

“Kami haturkan terima kasih Pak Gubernur atas program Bapak yang luar biasa ini. Dan ini yakin akan mematri dan dan menambah rasa cinta warga masyarakat Majalengka kepada Bapak Gubernur,” kata Eman.

Sementara pada acara “Abdi Nagri NGanjang ka Warga” paa malam harinya, Bupati menyampaikan salah satu harapan warga, yakni pembangunan irigasi untuk mengairi sawah masyarakat terutama ketika musim kemarau.

Baca juga: Disaksikan Kapolresta Bandung, Begini Kesepakatan Masyarakat Petani dan PTPN Soal Lahan Perkebunan Pangalengan

Menurut Eman, keinginan warganya itu sudah mencoba dikomunikasikan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kami sudah berkomunikasi dengan kementerian PU maupun Pertanian, bahkan BBWS. Pak Gubernur bisa ikut membantu memfasilitasi terkait dengan komunikasi dengan BBWS,” harapnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *