Dilirik Pasar Domestik, Pesawat N219 Buatan PTDI Diborong Penerbangan Komersial Swasta

Nasional195 Dilihat

Kota Bandung – Empat unit pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) siap diborong PT Mitra Aviasi Perkasa (PT MAP).

Jual beli empat unit N219 tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak oleh Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PTDI Moh. Arif Faisal bersama CEO PT MAP, Septo Adjie Sudiro, Rabu (6/5/2026).

Diketahui, kontrak yang ditandatangani di Hanggar Aircraft Services (ACS), PTDI Bandung itu, merupakan jual beli perdana pesawat N219 untuk pasar dalam negeri.

Baca juga: Pangdam III Siliwangi Ungkap Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Pertahanan Negara

Namun jual beli tersebut juga memunculkan optimisme upaya memperkuat layanan transportasi udara untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia.

Terlebih momen penandatanganan kontrak jual beli juga disaksikan perwakilan pemerintah, seperti Bappenas dan Kemenhub yang diyakini akan memberi dukungan pengembangan ekosistem bisnis N219.

Sejatinya pengembangan ekosistem tersebut akan menjadi upaya strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Baca juga: Februari 2026 Serapan Tenaga Kerja Jabar Naik, 25 Juta Orang Miliki Pekerjaan

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan memberikan gambaran spesifikas dari pesawat N219 yang cocok diopersikan di wilayah 3T.

“Pesawat ini memang dirancang untuk penerbangan perintis, dengan kemampuan beroperasi di landasan pendek (short runway) kurang dari satu kilometer, serta landasan tidak beraspal (unpaved runway),” ungkap Gita.

Dengan stall speed yang sangat rendah, N219 lanjut Gita, mudah melakukan manuver di medan sulit. Sehingga cocok beroperasi di wilayah perbukitan.

Baca juga: Bikin Lega, Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Lampaui Nasional

Kelebihan lain dari pesawat hasil karya anak bangsa tersebut adalah biaya operasi yang terbilang cukup kompettitif.

“Perawatannya mudah, serta dukungan layanan purna jual oleh PTDI,” ujar Gita.

Dengan segala kelebihan yang dijelaskan Gita, pesawat N219 mampu memberikan peran maksimal dalam pemerataan ekonomi di wilayah 3T.

Baca juga: Coba ‘Main Belakang’ di SPMB 2026 Cimahi? Proses Hukum Menanti

Sifatnya yang daptif di segala medan, membuat pesawat ini mampu mendistribusikan logistik serta memudahkan mobilitas masyarakat.

Sementara itu menurut Wamen Bappenas Alphyanto Ruddyard, kontrak antara PTDI dengan PT MAP menjadi motivasi bahwa solusi justru lahir dari dalam negeri sendiri.

“Solusi itu harus lahir dari dalam negeri, bukan dari luar negeri. Dan pesawat N219 adalah simbol dari itu semua,” tandasnya.

Baca juga: Kehadiran Dankodiklatad di Launching BUILD 2026 Bukti Sinergi TNI AD Bangun  SDM Berdaya Saing Global

Pesawat N219 disebut Alphyanto juga sebagai sebuah bukti nyata hadirnya kedaulatan teknologi hasil karya dalam negeri.***(BS)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *