Jembatan Gantung Diresmikan, Bupati Bandung: Hadiah Bagi Masyarakat

Bandung Raya775 Dilihat

Kabupaten Bandung – Warga Desa Sukarame dan Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung bisa bernapas lega setelah selesainya pembangunan jembatan yang menghubungkan kedua desa mereka.

Sebelumnya, warga termasuk anak-anak sekolah harus melewati Sungai Citarum yang deras. Kondisi juga membuat mereka harus rela berbasah-basahan.

Namun, setelah melewati masa pembangunan 3,5 bulan, hadir Jembatan Gantung Perintis Garuda yang diresmikan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna, Rabu (6/5/2026).

Baca jua: Dilirik Pasar Domestik, Pesawat N219 Buatan PTDI Diborong Penerbangan Komersial Swasta

Jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lebar 1,2 meter itu sangat bermanfaat bagi mobilitas warga, baik berjalan kaki, maupun menggunakan sepeda motor.

Warga pun menyambut kehadiran Jembatan gantung Mereh Putih yang dibangun sistem padat karya, dimana masyarakat bersama TNI bahu membahu membangunnya.

“Saya atas nama Pemkab Bandung mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, pembangunan jembatan gantung ini penghubung Desa Sukarame dan Desa Cikitu dan ini sangat bermanfaat,” ucap Dadang.

Baca juga: Pangdam III Siliwangi Ungkap Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Pertahanan Negara

Bupati berujar, kehadiran jembatan di antara dua desa di wilayahnya itu, menjadi bukti hadirnya TNI di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti masih adanya rumah warga yang tidak layak huni. Dirinya berjanji akan membantu memperbaiki, termasuk masing-masing tiga unit kedua desa yang terhubung jembatan tersebut.

“Karena ada sekitar 45 ribu unit rumah lagi di Kabupaten Bandung yang harus dibantu melalui program rutilahu,” ungkapnya.

Baca juga: Februari 2026 Serapan Tenaga Kerja Jabar Naik, 25 Juta Orang Miliki Pekerjaan

Beruntung Dadang menyampaikan kabar gembira adanya 1.200 rumah yang akan diperbaikai melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya).

Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah yang turut hadir dalam peresmian mengatakan, pembangunan jembatan merupakan program Presiden melalui jajaran TNI AD.

Pembangunan, kata Samto, bertujuan membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam mobilitas mereka, khususnya saat melewati aliran sungai.

Baca juga: Bikin Lega, Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Lampaui Nasional

“Pak Presiden tidak menginginkan lagi anak-anak sekolah berangkat sekolah basah-basahan lagi. Aktivitas warga menyeberangi sungai harus basah-basahan,” kata Dandim.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *