Kabupaten Bandung – Sebuah perhelatan besar olahraga bertajuk Java Moutain Marathon memilih Kabupaten Bandung sebagai tuan rumah atau venue penyelenggaraannya.
Kabar tersebut dibagikan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat menerima audiensi panitia Java Mountain Marathon di kantornya, Selasa (22/4/2026).
Meski secara prinsip pihaknya mendukung penyelenggaraan event nasional tersebut, namun ia tetap mengingatkan pentingnya mitigasi sebagai antisipasi terhadap berbagai kemungkinan.
Baca juga: Bebenah Kembalikan Wibawa Bandung Sebagai Ibu Kota Provinsi, KDM Soroti Sejumlah Persoalan
“Harap benar-benar diperhatikan dan ditingkatkan kesiapan mitigasinya. Misalnya harus ada jalur evakuasi untuk antisipasi kalau ada atlet yang mengalami kecelakaan bahkan sampai cedera,” ujarnya.
Hal tersebut menurutnya penting, mengingat jalur yang akan digunakan merupakan kawasan yang cukup ekstrem, termasuk munculnya bau belerang dari Kawah Putih di pada waktu-waktu tertentu.
Senada dengan Wakil Bupati, Kepala Dispora Kabupaten Bandung Dicky Anugrah juga mengingatkan panitia dan seluruh peserta untuk waspada terhadap jalur yang digunakan.
Baca juga: Lewat Hari Kartini, TK Dayang Sumbi Perkenalkan Kekayaan Budaya Indonesia Sejak Dini
“Tolong diperhatikan juga agar track lari dapat dipastikan aman bagi pesertanya, sehingga pos-pos medis pun perlu benar-benar disiapkan,” pesannya.
Di sisi lain, Dicky mengapresiasi event Java Mountain Marathon yang diyakini akan menjadi ajang promosi pariwisata Kabupaten Bandung.
Java Mountain Marathon merupakan ajang lomba lari trail dengan lintasan ekstrem dan memilih alam liar, yakni pegunungan sebagai lintasan.
Baca juga: Gaji Tenaga Honorer Sekolah Nunggak Terbentur Aturan, KDM Segera Temui Menpan RB
Di Kabupaten Bandung, para peserta di event nasional yang akan diselenggarakan pada Minggu (26/4/2026) itu, akan berlari mengitari Gunung Patuha dan Kawah Putih.
Dengan melintasi tiga kecamatan, yaitu Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, panjang lintasan diperkirakan mencapai 45 kilometer.
“Lintasan di ketinggian Patuha dikenal dengan kabut tebal, jalur teknikal, dan perubahan cuaca ekstrem, ini tantangan tersendiri bagi para pelari,” ujar ketua panitia, Tense Manalu.
Baca juga: Menteri ESDM Ingatkan Masyarakat Mampu Tak Beralih ke BBM Subsidi
Java Mountain Marathon dikatakan Tense mampu menarik minat 300 pelari trail dari berbagai daerah d Indonesia. Mereka terbagi dalam tiga kategori, yaitu 10, 25, dan 45 kilometer.
“Bagi komunitas trail run, event ini disebut sebagai panggung lahirnya para legenda, tempat di mana batas diri ditempa dan rekor pribadi dipecahkan di antara hutan dan kabut,” pungkasnya.***(Heryana)

























