Jakarta – Kapolda MetroJaya Komjen Pol Asep Edi Suheri melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan petugas pengamanan aksi demo mahasiswa hari ini tidak membawa senjata api.
Haltersebut menurutnya merupakan bagian dari arahan Kapolda Metro Jaya bahwa pengamanan aksi demo oleh personel kepolisian harus dilakukan secara humanis.
“Bapak Kapolda Metro Jaya menekankan bahwa petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan penyampaian aspirasi di muka umum harus sabar, humanis, dan tidak terprovokasi,” jelas Budi Hermanto.
Baca juga: Posbindu PTDI Dorong Lansia Jaga Kesehatan Lewat Pemeriksaan Rutin
Ia juga kembali menyampaikan penekanan dari Kapolda bahwa setiap personel dipastikan tidak membawa senjata api dalam pengamanan aksi demo mahasiswa di Jakarta hari ini.
Lebih lanjut Budi Hermanto menjelaskan bahwa aksi penyampaian aspirasi dijamin dalam Undang-Undang. Untuk itu, kehadiran pihak keamanan bertujuan menjamin mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik.
“Termasuk kita mengimbau dan mengajak adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik, sama-sama menghormati pengguna jalan lainnya,” kata Budi.
Baca juga: Lelang Selesai, Pemkot Tetapkan Pengelola Baru Kebun Binatang Bandung
Kepolisian juga mengingatkan para peserta aksi demo untuk selalu waspada terhadap potensi munculnya penyusup yang bisa memprovokasi peserta lainnya.
Sebanyak 6.088 personel keamanan disiagakan untuk pengamanan aksi yang dikabarkan akan berlangsung di empat titik, yakni Bundaran HI, Gedung DPR/MPR, kawsan Patung Kuda, dan Cikini Raya.
Ribuan personel keamanan itu akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan menempati empat titik lokasi berlangsungnya aksi.
Baca juga: Komisi II DPR Ambil Solusi Cepat Tangani Beban Belanja Pegawai Pemerintah Daerah
“Merupakan gabungan dari TNI 500 personel, dari Korps Brimob 1.000 personel, BKO dari Korps Sabhara 200, Polda Metro Jaya 3.802, dan Polres Jakarta pusat 586 personel,” kata Budi.
Selain petugas pengamanan yang ditempatkan, Budi juga menyebut adanya pelibatan Satgas Penegakkan hukum. Mereka akan disebar di lapangan selama aksiunjuk rasa berlangsung.
Petugas Gakkum, kata Budi akan menindak dengan tegas kepada siapapun yang kedapatan membawa benda-benda yang dapat mengacaukan situasi dan penyampaian aspirasi.
Baca juga: KSP Dudung Abdurachman Bantah Tudingan Miliki Dapur MBG
“Kami juga meyampaikan kepada masyarakat untuk aktivitas seperti biasa. Kami akan menjamin bahwa aktivitas masyarakat akan berjalan seperti mestinya. Adapun penutupan jalan bersifat situasional,” jelasnya.***(Heryana)

























