Usai Dirawat, Seluruh Korban Keracuan MBG di Cimahi Sudah Tinggalkan Rumah Sakit

Bandung Raya39 Dilihat

Kota Cimahi – Korban diduga keracunan akibat konsumsi makan bergizi gratis (MBG) di Kota Cimahi terus berkurang setelah melewati perawatan di RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih dan RS Dustira.

Dari puluhan korban keracunan MBG yang mendapat perawatan di RS, kini tersisa hanya satu orang sajadan masih mendapatakan perawatan di RSUD Cibabat.

Kabar tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi dr. Mulyati saat diteui di raung kerjanya, Senin (2/3/2026).

Baca juga: BPS Ungkap Neraca Perdagangan Jabar Alami Surplus 2,12 Miliar Dollar Sektor Industri Dominasi Ekspor

“Tinggal satu orag di rSUD CIbabat. Pasien yang dirawat di Mitra Kasih dan Dustira sudah pulang semua,” ungkap Mulyati.

Ia menandaskan, satu orang pasien yang masih dirawat bukan disebabkan parahnya keracunan yang diderita, namun karena yang bersangkutan baru masuk pada Kamis pekan lalu.

Diakui Kadinkes Kota Cimahi, pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) agar mematuhi Standard Operational Procedure (SOP).

Baca juga: Langkah Strategis Pemprov Jawa Barat Ini Jamin Mudik Aman dan Lancar

“Kepatuhan terhadap aturan menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa terulang embali,” tegasnya.

Diketahui, baru sekira 30 SPPG di Kota Cimahi yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara sisanya masih dalam proses.

Soal SPPG yang diduga menjadi penyebab keracunan, Mulyati menyebut saat ini ditutup sementara. Pihaknya memastikan SPPG terkait akan kembali diijinkan beroperasi setelah melengkapi seluruh persyaratan serta memperoleh izin dari BGN.

Baca juga: Pertarungan Sengit Persebaya vs Persib Berakhir Imbang

Sementara terkait penyebab pasti keracunan, Dinkes masih menanti hasil tes sampel makanan yang dilakukan oleh laboratorium kesehatan provinsi Jawa Barat.

Pihaknya berharap hasil tes laboratorium bisa didapatkan pada pekan ini, agar dapat segera dilakukan langkah-langkah penting berikutnya.

“Kami terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menangani kasus (keracunan) ini,” jelasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *