Bukan Lagi Wacana, PLTSa Legok Nangka Segera Dibangun Tahun Ini

Jawa Barat197 Dilihat

Kota Bandung – Masyarakat kembali mendapatkan kabar terkait rencana pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka.

Kepastian rencana pembangunan TPPAS Legok Nangka terungkap setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) mendandatangani kembali perjanjian kerja sama (PKS).

Penandatanganan pada Jumat (5/6/2026) lalu, menunjukkan komitmen Pemprov Jabar dan PT JES untuk merealisasikan proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di TPPAS Legok Nangka.

Baca juga: Pemkot Cimahi Libatkan Penegak Hukum dalam Program Pemberdayaan Masyarakat 2026

“Penandatanganan PKS kemarin oleh Pak Gubernur dengan PT JES semacam penegasan kembali adendum PKS dari yang sudah kita sepakati sebelumnya,” ungkap Kepala DLH Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih melalui sambungan telepon, Senin (8/6/2026).

Ai menuturkan, adensum (perubahan)PKS perlu dilakukan, mengingat panjangnya proses serta banyaknya tahapan yang dilakukan dalam proyek PLTSa Legok Nangka.

Tak terkecuali harus dikantonginya penugasan khusus dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam hal penjualan listrik dari pengolahan sampah Bandung Raya itu.

Baca juga: Polres Cimahi Sukses Ubah Lahan Tak Produktif Jadi Sentra Jagung, Bidik Produksi 2.500 Ton

Di sisi lain, Ai memastikan jika perjanjian jual beli listrik (PJBL) antara PT JES sebagai penjual dengan PT PLN (Persero) sebagai pembeli, sudah terpenuhi.

“PJBL dan PKS menandakan bahwa kelengkapan dokumen untuk KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) Legok Nangka ini sudah lengkap,” kata Ai.

Dengan demikian, lanjut Kepala DLH, seluruh persyaratan sudah terpenuhi. Namun satu langkah yang masih akan dilakukan adalah soal financial close (pemenuhan pembiayaan) oleh PT JES.

Baca juga: DPR dan Pemerintah Gelar Diskusi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Untuk yang satu ini, ia memastikan tak perlu diragukan, karena financial close juga telah tertuang dalam PKS antara Pemprov jabar dan PT JES.

Hal lain yang lebih meyakinkan, adalah bahwa Pemerintah Jepang telah beberapa kali berkunjung ke Jawa Barat, menunjukkan keseriusannya berinvestasi di PLTSa Legok Nangka.

“Termasuk calon investornya untuk memenuhi pembiayaan Legok Nangka dan Sumitomo sudah beberapa kali bertemu dengan Pak Gubernur. Ini menunjukan bahwa pemerintah Jepang juga memantau terus dan masih komitmen menyelesaikan permasalahan sampah ini,” jelasnya.

Baca juga: Sebagai Penghasil Sumber Panas Bumi Terbesar, Kabupaten Bandung Tak Peroleh Manfaat Maksimal

Ia menambahkan, secara normal financial close memerlukan waktu sembilan bulan, atau hingga akhir 2026. Namun pihaknya berharap hal tersebut bisa lebih cepat.

“Tentu kita berharap ini bisa dilakukan dengan lebih cepat, sehingga proses konstruksinya pun bisa kita lakukan lebih cepat,” kata Ai.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *