Kota Bandung – Sebuah diskusi menarik tersaji dengan baik dan melahirkan pandangan-pandangan berbobot dari para narasumber yang hadir dalam program “Pentahelix Lunch” yang diselenggrakan RMOL TV, Kamis (18/6/2026).
Forum tersebut berhasil mempertemukan berbagai pandangan dari para narasumber dengan latar belakang berbeda, namun dengan satu pokok bahasan soal kondisi Indonesia saat ini.
Secara Spesifik, diskusi yang digelar di Hotel Bumi Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat itu, membahas ikhwal kondisi rupiah yang melemah hingga tantangan investasi di Tanah Air.
Baca juga: Kisah Ujang Sumarna, Relawan Penjaga Perlintasan Kereta Api, Diacuhkan Tapi Dibutuhkan
Wakil Menteri investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu saat hadir secara daring memaparkan kondisi ekonomi nasional pada kuartal I 2026.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen, realisasi investasi Rp98 triliun, mampu menyerap sekitar 76 ribu tenaga kerja,” ungkapnya.
Kendati penjelasannya tersebut menggambarkan kondisi positif, Todotua mengingatkan bahwa keberhasilan sektor ekonomi tak hanya diukur dari angka pertumbuhan. Manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat menjadi hal utama.
Baca juga: Pemkot Bandung Persiapkan Operasional Bandara Husein Sastraegara, Segera Layani Boeing Hingga Airbus
Beberapa manfaat yang dimaksud Todotua di antaranya berupa terciptanya pemerataan lapangan kerja, kemunculan berbagai peluang usaha, hingga terciptanya kesejahteraan.
Narasumber lain, yakni Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani mengungkapkan dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah dan dinamika ekonomi global.
Kedua tantangan tersebut menurutnya memengaruhi harga pangan dan energi nasional. Namun sejumlah langkah strategis telah dilakukan pemeintah daerah.
Baca juga: Pasal Berlapis Diterapkan Polda Jabar Terhadap Pelaku Aniaya Sadis Taufik Hidayat
Di daerah, pihaknya telah memperkuat kemitraan industri, upaya pengendalian harga, memperluas akses pasar, serta mendorong industri menggunakan bahan baku lokal.
“Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan memperkuat produk-produk lokal,” ujarnya.
Program diskusi yang di gagas dann dipandu Redaktur RMOL TV Saeful Zaman itu juga menghadirkan Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Berat Taufik Hidayat, KDM Soroti Lemahnya Tata Kelola Pemerintahan Tingkat Bawah
Dalam pernyataannya, Asep tampak senada dengan Wamen Investasi dan Hilirisasi yang mengatakan bahwa masyarakat menantikan dampak dan manfaat langsung dari setiap kebijakan pemerintah.
“Yang dilihat masyarakat bukan sekadar programnya ada atau tidak. Pertanyaannya, apakah hidup mereka menjadi lebih baik atau justru semakin berat,” kata Asep.
Untk mewujudkan apa yang disampaikannya itu, Asep mengingatkan agar para pemangku kepentingan tidak anti kritik, namun justru harus siap berkorban dan menjadi teladan masyarakat.
Baca juga: Hotman Paris Buka Donasi Bagi Korban Penganiayaan Berat di Bandung, Ratusan Juta Berhasil Terkumpul
Mewakili unsur akademisi, Prof. Cecep Darmawan menekankan agar setiap kebijakan selalu berpihak kepada masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
“Jangan sampai kue nasional itu hanya dinikmati oleh segelintir orang. Persoalan ketimpangan inilah yang harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan,” tandasnnya.
Sesuai namanya, Program “Pentahelix Lunch” menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Di antaranya Wamen Investasi dan Hilirisasi, Kadisperindag Jabar, Akademisi, hingga pengusaha asal Bandung Perry Tristianto.***(Heryana)

























