Bandung Barat – Lahan-lahan tak produktif di wilayah Kabupaten Bandung Barat kini mulai memberikan manfaat buat masyarakat. Jutaan batang jagung yang ditanam sejak beberapa bulan lalu, mulai menampakkan hasilnya.
Penanaman jagung oleh Polres Cimahi merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional, khususnya dalam peningkatan produksi jagung sebagai salah satu komoditas strategis pertanian.
“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut hadir dan berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah, salah satunya di sektor pertanian, melalui kegiatan panen raya jagung ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan para petani,” ujar Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: DPR dan Pemerintah Gelar Diskusi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Polres Cimahi sendiri menargetkan penanaman jagung dengan luas 1.700 hektare. Produksi jagung itu nantinya akan diserap oleh Bulog dengan target sebesar 2.500 ton. Syarat yang sesuai dengan aturan bulog kadar air di bawah 14 persen dan antitoksin di bawah 50 ppb.
“Sampai saat ini Polres Cimahi terus berproses dalam swasembada pangan ini, dengan luas lahan yang sudah ditanami jagung 334,50 hektar, dan lahan yang berhasil panen sebanyak 377,5 ton, yang sudah diserap bulog sebanyak 165 ton,” katanya.
Bantuan yang sudah disalurkan pada kelompok tani di wilayah berupa traktor bajak, pupuk NPK, juga Bibit jagung unggul Hibrida. Bantuan itu demi meningkatkan kualitas panen serta efisiensi penggarapan lahan oleh petani.
Baca juga: Sebagai Penghasil Sumber Panas Bumi Terbesar, Kabupaten Bandung Tak Peroleh Manfaat Maksimal
“Tentunya kami juga memberikan bantuan, sebagai langkah dukungan agar meningkatkan produksi panen jagung. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.***

























