BPS Ungkap Ekonomi Provinsi Jawa Barat Tumbuh Positif Lampaui Nasional

Jawa Barat22 Dilihat

Kota Bandung – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis kembali data pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat pada Triwulan III tahun 2026, Kamis (4/11/2026).

Disampaikan Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan pada Triwulan III 2026 sebesar 5,89 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kenaikan angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat tersebut bahkan disebut Margaretha melampaui capaian nasional yang hanya 5,47 persen secara year on year (y-on-y).

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi: Penyusunan Regulasi Harus Pertimbangkan Kebutuhan Masyarakat

Melengkapi keterangannya Margaretha membeberkan sejumlah faktor pendukung tumbuhnya ekonomi Jawa Barat secara positif, di antaranya karena lapangan usaha yang juga tumbuh positif di periode ini.

Ia mencontohkan, lapangan usaha dari sektor konstruksi disebutnya mengalami pertumbuhan sebesar 9,10 persen. Sektor industri pengolahan tumbuh 4,98 persen serta perdagangan yang juga tumbuh 4,13 persen.

Ia juga mencatat beberapa lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Di antaranya penyediaan Akomodasi dan Mamin (makan dan minum) yang tumbuh 14,54 persen, Administrasi Pemerintahan 14,46 persen, transportasi dan perudangan 13,61 persen, dan jasa lainnya sebesar 12,18 persen.

Baca juga: Pimpin Pemakaman Prajurit Gugur Padamkan Karhutla, Panglima TNI Jelaskan Kronologi Hingga Helikopter Crash

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 28,34 persen, diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 8,85 persen,” bebernya.

Pengeluaran lainnya adalah ari Konsumsi Lembaga Non-profit yang meayani rumah tangga yang juga dinyatakan tumbuh sebesar 866 persen, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 5,93 persen.

Pada Ekspor Barang dan Jasa juga disebutnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,02 persen, sementara Komponen Impor Barang dan Jasa juga tumbuh sebesar 6,11 persen sehingga secara net ekspor terkontraksi sebesar 7,73 persen.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *