Kota Bandung – Antusias pemain sepak bola muda asal Bandung begitu terlihat saat penilaian bakat dan mentalitas mereka diuji di program ASICS Football Draft Combine 2026.
ASICS menggelar program ASICS Football Draft Combine 2026 untuk menjaring pesepak bola muda berbakat usia 16 hingga 18 tahun dari berbagai kota di Indonesia.
Ajang pencarian bakat berskala global perdana ini memberikan kesempatan kepada para pemain muda terpilih untuk dipantau langsung oleh pemandu bakat (scout) elite internasional hingga berpeluang dikirim ke Jepang pada 2027.
Baca juga: Desa Pajajar Segera Diubah Jadi Kampung Adat di Majalengka, KDM: Akan Dibangun 40 Rumah Adat
Senior Marketing Core Performance Sport ASICS Indonesia, Gemilang Sayyef, mengungkapkan bahwa ASICS Football Draft Combine merupakan program pertama yang diselenggarakan ASICS di dunia, Sabtu (07/11/2026).
Rangkaian seleksi digelar di sejumlah kota besar di Indonesia, diawali di Jakarta pada 24 Oktober, kemudian di Makassar pada 30 Oktober, berlanjut ke Bandung pada 12 November, dan akan berlanjut ke tahap berikutnya di Surabaya.
“Dari setiap kota yang kami kunjungi, nanti kami akan memilih 50 pemain terbaik dari seluruh kota untuk hadir ke Jakarta untuk melakukan final round,” kata Gemilang.
Baca juga: Enam Cabor Kontingen Porprov XV Jawa Barat Dilepas Ketua DPRD Kota Cimahi
Gemilang menjelaskan, dari 50 pemain terbaik (top 50) yang terkumpul di putaran final Jakarta, sebanyak tiga pemain terbaik akan dipilih untuk diberangkatkan ke Jepang mengikuti ASICS Football Draft Combine 2027 mewakili Indonesia.
Di Jepang, kemampuan mereka akan diuji secara saintifik serta berkompetisi dengan pemain-pemain elite muda dari berbagai negara.
Selain membuka jalur ke Jepang, putaran final di Jakarta juga akan dipantau langsung oleh pelatih dan pemandu bakat elite dari klub-klub Liga 3 Indonesia, klub asal Jepang, kawasan Asia Tenggara, Australia, hingga perwakilan Eropa.
Baca juga: Kali Kedua Libas Melbourne Victory, Persib Pastikan Diri Lolos Babak 16 Besar ACL 2
“Kami di sini sifatnya memberikan kesempatan. Untuk keputusan apakah mereka akan dimasukkan oleh klub, itu balik lagi ke klub. Tapi yang pasti kami berkomitmen untuk memberikan kesempatan bagi para pemain muda menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan,” ujar Sayyef,.
Sayyef, menambahkan, ASICS yang berakar dari filosofi bahasa Latin Anima Sana In Corpore Sano atau Sound Mind, Sound Body, meyakini bahwa menggerakkan tubuh tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga memperkuat pikiran dan mental.
Oleh karena itu, penilaian seleksi tidak terbatas pada kemampuan teknis dasar seperti passing, dribbling, dan shooting, melainkan turut mengamati koordinasi, mentalitas saat tertinggal atau tertekan, serta attitude pemain di lapangan.
Baca juga: SMA Semi Militer Kian Digandrungi Karena Keunggulannya, Ini yang Harus Disiapkan Calon Siswa
Bandung dipilih sebagai salah satu lokasi seleksi karena memiliki antusiasme sepak bola yang tinggi serta basis talenta muda potensial.
Pada seleksi di Bandung, tercatat ada sekitar 120 peserta yang mendaftar, mayoritas berasal dari wilayah Bandung dan sekitarnya di Jawa Barat.
Sementara itu, Coach Football Draft Combine 2026, Aldi Iqbal Tawakal, menerangkan bahwa proses seleksi teknis lapangan dibagi ke dalam tiga fase bertahap.
Pada fase pertama, peserta dinilai berdasarkan keterampilan dasar shooting, dribbling, dan passing dengan tekanan batas waktu.
Peserta yang lolos kemudian masuk ke fase kedua dalam format small-sided game 7 lawan 7 (7×7). Di tahap 7×7 Bandung, tersaring 48 pemain dan 6 penjaga gawang untuk menguji apakah teknik dasar tersebut dapat diaplikasikan dalam momen permainan yang intensif.
Pemain yang lolos dari fase kedua kemudian melangkah ke fase ketiga, yakni pertandingan simulasi penuh 11 lawan 11 dengan total 56 pemain terpilih.
“Fase ketiga mereka akan bertanding 11 lawan 11, itu sudah murni seperti realita pertandingan. Kami lihat apakah mereka bisa mengaplikasikannya jauh lebih kompleks lagi setelah dari passing, dribbling, dan shooting, termasuk aspek permainan lainnya,” jelas Aldi.
Mengenai karakter peserta dari berbagai daerah, Aldi menyebut setiap kota menunjukkan keunikannya masing-masing.
Namun, ia menilai Jawa Barat memiliki keunggulan tersendiri karena ekosistem pembinaan usia mudanya yang masif.
Baca juga: Kembangkan Angkot Terintegrasi, Pemkot Bandung Rencanakan Sistem Gaji Pengemudi
“Di Bandung, karena begitu banyaknya pembinaan usia muda di Jawa Barat, secara technical skill saya rasa lebih menarik di sini,” pungkas Aldi.
Melalui program penjaringan ini, pihak penyelenggara berharap para pemain muda usia 16 hingga 18 tahun yang sedang menekuni sepak bola secara serius dapat memperoleh peluang nyata untuk terpantau radar profesional dan meraih kesuksesan di industri sepak bola.***(Djarotmk)





























