Pesan KDM Kepada Wartawan Saat Pelantikan Ketua PWI Jawa Barat

Jawa Barat74 Dilihat

Kota Bandung – Gubernur Jawa Bart Dedi Mulyadi menyampaikan sejumlah pesan kepada wartawan saat memberi sambutan dalam pelantikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

Dalam pelantikan Ketua PWI Jabar Tantan Sulthon Bukhawan di Gedung Merdeka Kota Bandung, Dedi Mulyadi berpesan agar wartawan harus selalu menjunjung tinggi independensi dalam menyajikan berita.

Ia juga menegaskan agar dalam setiap aktivitas pembuatan berita, wartawan harus selalu berpihak ada fakta-fakta yang objektif.

Baca juga: Jaga Stok BBM Bersubsidi Akhir Tahun, Pemkab Bandung Ajukan Tambahan Kuota

“Wartawan itu kan harus independen, maka PWI harus terus menjunjung independensi dan menyajikan berita sesuai fakta yang terjadi,” kata Dedi Mulyadi.

Sebagai sebuah profesi yang terhormat, wartawan lanjut KDM, harus selalu membangun asas keseimbangan, serta selalu melakukan cek atas fakta yang dimuat dalam berita. Terlebih saat ini wartawan dihadapkan pada tantangan derasnya informasi dari media sosial.

Bahkan independensi pengelolaan media menurutnya kini juga dihadapkan pada upaya mempertahankan eksistensi di tengah tingginya persaingan mendapatkan sumber pendanaan bersama influencer atau bahkan buzzer.

Baca juga: Jalankan Tugas Humanisme, Kapolresta Bandung kunjungi Rumah Warga

“Pada akhirnya publik akan semakin cerdas dalam mencari berita dan akan kembali lagi pada berita yang benar bukan sekadar sensasi atau viral,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar terpilih 2026-2031, Tantan Sulthon Bukhawan menyatakan jika kerja sama media dengan pemerintah bukan berarti hanya memberitakan keberhasilan pemerintah, tetapi juga memberikan kritik dan masukan.

“Kami siap menginformasikan kebijakan pemda, tetapi kami juga menulis kondisi masyarakat dan kritikan apa adanya,” kata Tanta.

Baca juga: Polres Cimahi dan Forkopimda Musnahkan Ribuan Knalpot Brong dan Narkoba Hasil Operasi Pekat

Tetapi dirinya juga menegaskan jika untuk mewujudkan program pembangunan yang digambarkan dalam slogan “Lembur Diurus Kota Ditata” diperlukan sinergitas berbagai pihak.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *