KDM Ajak Warga Makin Cerdas Kelola Keuangan: Hindari Pinjol dan Judol

Jawa Barat47 Dilihat

Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti masih belum baiknya pengelolaan keuangan masyarakat Jabar. Hal itu dikemukakan saat memberikan sambutan dalam puncak Bulan Inklusi Keuangan FinExpo 2026 d Trans Studio Mall Bandung, Kamis (29/10/2026).

Masih banyaknya masyarakat Jawa Barat yang belum cukup cerdas dalam mengelola keuangan, sehingga tak sedikit diantaranya justru terjerat utang. Miris lagi, utang tersebut terjadi hanya demi gengsi.

Menurut Gubernur Dedi Muyadi, kondisi tersebut harus dibenahi agar ke depan Jawa Barat tak lagi menduduki ranking pertama pinjol (pinjaman online) bahkan judol (judi online).

Baca juga: SMA Semi Militer Kian Digandrungi Karena Keunggulannya, Ini yang Harus Disiapkan Calon Siswa

“Pesan saya adalah seluruh warga Jabar, agar Jabar tidak menjadi ranking pertama pinjol di Indonesia. Tidak jadi ranking pertama judol di Indonesia,” tegas KDM.

Dalam sambutannya itu, KDM juga sempat menceritakan pengalamannya berkunjung ke Kabupaten Majalengka ketika menemukan warga yang menggelar hajatan dengan bermodal pinjaman.

Padahal menurutnya, kebutuhan setelah menggelar hajatan masih akan terus muncul, beriringan dengan perkembangan kebutuhan kehidupan manusia.

Baca juga: Diresmikan Presiden, SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi Jadi Kawah Candradimuka Lahirkan Generasi Terbaik Bangsa

“Saya nanya, siap modal kawin di mana? Dijawab, pinjem di bank 25 juta. Bayangin. Nyicil rumah kapan? Dijawab nyak kumaha isukan (bagamana nanti saja). Anaknya yang kawin, anaknya yang bahagia, besok bapaknya yang menderita,” ujarnya.

Dari pengalaman tersebut, mantan Bupati Purwakarta itu mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan. Sementara negara bertugas memberikan perlindungan kesehatan serta memberikan jaminan pendidikan yang mudah diakses.

“Tugas negara itu cuma dua. Satu, lindungi rakyat ketika sakit, jangan sampai duit habis dari hasil usaha puluhan tahun untuk bayar rumah sakit. Dua, lindungi rakyat dari pendidikan anak-anaknya. Jangan sampai sekolahin anaknya harus jual sawah, jual kebun,” tandasnya.

Baca juga: Dua Rumah di Padalarang Alami Kerusakan Akibat Hujan dan Angin Kencang, Warga Diimbau Waspada Pancaroba

Dalam acara yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, KDM menjadikannya sebagai momentum yang baik untuk literasi keuangan agar masyarakat terhindar dari pinjol dan judol.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *