Sekda Jabar Soal Hari Lahir Pancasila: Bukan Sekedar Peringatan Tapi Eksekusi Nilainya

Jawa Barat41 Dilihat

Kota Bandung – Hari Lahir Pancasila menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman, bukan sekedar untuk diperingati. Dirinya justru mengajak masyarakat untuk melakukan eksekusi dari seluruh nilai Pancasila.

Herman Suryatman mengatakan, esensi dari Pancasila itu sendiri adalah semangat gotong royong. Semangat tersebut yang menurutnya harus segera dieksekusi dalam kehidupan sehari-hari.

“Bukan sekedar memperingati Hari Lahir Pancasila, tapi kita eksekusi Pancasila. Dengan spirit gotong royong tidak ada hal yang tidak mungkin,” ajak Herman usai mengikuti upacara, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Warga Andir Dihebohkan Penemuan Jenazah di Dasar Sungai

Momentum Hari Lahir Pancasila, lanjut Herman, menjadi waktu yang tepat bagi semua orang mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan.

Ia menyebut cukup banyak persoalan yang harus diselesaikan, dan hanya bisa dilakukan dengan semangat gotong royong.

Bahkan ia menyinggung persoalan sampah di Bandung Raya yang menurutnya dapat diselesaikan dengan semangat gotong royong sebagai esensi dari Pancasila.

Baca juga: Wagub Jabar Harap Tarif Sewa Mal Bersahabat Bagi Pelaku Usaha Restoran Khas Indonesia

“Salah satunya persoalan aktual di Jawa Barat hari ini, terutama di Bandung Raya adalah persoalan sampah,” kata Herman.

Ia mengungkapkan, timbulan sampah di Bandung Raya mencapai 5.000 ton per hari. Sayangnya, jumlah sebanyak itu belum sepenuhnya bisa terkelola dengan baik.

Hingga kini, hanya sekira 30 persen sampah tersebut baru bisa terkelola. Sisanya dalam jumlah yang lebih besar masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.

Baca juga: Timwas Haji DPR RI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026: Walau Reguler Terasa Bintang Lima

“Apabila hari lahir Pancasila mengingatkan kita untuk kembali ke ideologi negara, ke budaya bangsa kita yakni gotong royong, InsyaAllah persoalan sampah bisa kita selesaikan,” tandasnya.

Ia mengajak masyarakat dan seluruh stakeholder untuk menyelesaikan sampah sejak dari hulu, sehingga tak hanya dibebankan di sektor hilir, yakni TPA Sarimukti.

“Bila kita disiplin memaksakan diri dan jurusnya “sanajan” bukan “atuda”, pasti sampah bisa kita selesaikan, bisa kita kelola sejak dari hulu. Sekarang titik beratnya mengandalkan hilir, itu tidak baik,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *