Bandung Barat – Seiring akan berakhirnya masa bakti Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2021-2026, masyarakat di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, akan segera memilih calon pengurus baru.
Saat ini, para calon Anggota BPD Desa Ciburuy periode 2026-2031 mulai muncul ke permukaan dan menyampaikan visi misi mereka untuk mengikuti kontestasi legislatif tingkat desa itu.
Salah seorang calon Anggota BPD yang ikut dalam pemilihan adalah Agus Solihin Ajhe. Aktivis lingkungan yang dikenal juga sebagai pendiri dan Ketua Forum Masyarakat Cinta Ciburuy (Formacib) itu mantap untuk maju.
Baca juga: Bupati Bandung Siapkan Skenario Relokasi Penduduk Tangani Banjir Menahun Bojongsoang
“Ini yang kedua kalinya saya ikut Pencalonan. Sebelumnya hanya selisih dua suara dari Dapil 1 pada Tahun 2021 lalu, dan mencoba kembali dalam pencalonan Anggota BPD periode 2026-2031, itung-itung “cek ombak” saja,” tutur Agus.
Keseriusan dirinya maju dalam pemilihan Anggota BPD Desa Ciburuy dibuktikan dengan pengembalian formulir pendaftaran kepada panitia pemilihan.
Dengan mengusung motto “Bangkit Merata”, Agus Solihin Ajhe siap mendedikasikan dirinya menjadi corong bagi masyarakat, bukan sekedar teman curhat tanpa manfaat.
Baca juga: Bukan Kecelakaan, Dokter Forensik Sebut Luka Korban Penganiayaan Berat di Bandung Bekas Kekerasan
BPD bagi Agus bukan hal baru, pasalnya sampai saat ini ia merupakan Ketua 3 DPD Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Provinsi Jawa Barat.
Dengan aktifnya di organisasi tersebut, dirinya sangat memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) seorang Anggota BPD. Jika terpilih, maka BPD Desa Ciburuy tentunya akan ia bawa juga asosiasi untuk membantu penyelesaian persoalan yang ada.
Organisasi lain yang hingga saat ini masih ia pimpin adalah Formacib. Agus Solihin Ajhe mendirikan Formacib berangkat dari kepeduliannya terhadap kondisi destinasi wisata Situ Ciburuyyang melegenda itu.
Baca juga: Polda Jabar Masih Dalami Keterangan Taufik Hidayat Atas Penganiayaan Berat Terhadap Kekasihnya
Saat itu ia turut mendorong dan mendukung proses revitalisasi salah satu aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar itu. Ia mengaku tak ingin nasib situ Ciburuy hanya tinggal nama seperti halnya Situ Aksan di Kota Bandung.
Sebagai penguat perjuangan, Formacib yang berdiri pada tahun 2013 itu ia perkuat menjadi sebuah organisasi yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM tahun 2016.
“Sekarang saya lagi asik membuka lahan pertanian dan kebun, kerja sama dengan salah seorang mantan Anggota Dewan di Bandung Barat. InsyaAllah ini jadi bagaian dari dukungan progam ketahanan pangan,” ujar Agus yang memiliki latar belakang pendidikan pertanian.
Baca juga: Aktifkan Olahraga Bersama, Dankogartap II Bandung Tekankan Sinergitas TNI-Polri
Saat maju dalam pemilihan Anggota BPD kali ini, Agus mengusung visi “Ciburuy Merata, Adil Diawasi BPD”. Ia memiliki cita-cita pemerataan pembangunan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Ciburuy.
“Kalau misinya, yaitu kawal jalan Rusak, kawal BLT tepat sasaran, BPD buka dan terbuka untuk data, dan Apresiasi Warga Nomor satu. Kalau dipendekan menjadi Bangkit Merata,” tandasnya.
Mengutip keterangan Sekretaris Desa (Sekdes) Ciburuy, pemilihan Anggota BPD dilaksanakan dengan sistem dipilih langsung oleh masyarakat melalui kepala keluarga yang mewakili satu keluarga.
Baca juga: Kapolda Jabar Pastikan Taufik Hidayat dalam Kondisi Sehat Usai Ditangkap di Ciparay: Negatif Narkoba
Diketahui, beberapa calon Anggota BPD Desa Ciburuy yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran kepada panitia di antaranya dari Dapil 1 yang terdiri dari RW 1, 2, 3, 4, dan 15.
Dari Dapil 2 terdiri dari RW 5, 6, 7, 8, dan 9. Dapil 3 terdiri dari RW 10, 11, 12, 13, dan 14. Sementara Dapil 4 terdiri dari RW 16, 17, 18, 19, dan 20.
Menariknya dalam pemilihan Anggota BPD Desa Ciburuy kali ini, terdapat tiga orang calon tambahan yang mewakili gender perempuan.***(Heryana)

























