Nasib Tahu Tempe di Tengah Harga Kedelai Terus Meninggi

Jawa Barat199 Dilihat

Kota Bandung – Kekhawatiran terhadap keberlangsungan produksi tahu dan tempe di tengah tingginya harga kedelai dirasakan oleh Wali kota Bandug Muhammad Farhan.

Diakui Farhan jika harga kedelai saat ini yang menyentuh hampir Rp11.000 per kilogram memang cukup memberatkan bagi para produsen tahu dan tempe.

Ia menyebut, harga kedelai sulit dikendalikan karena komoditas tersebut merupakan produk impor yang bergantung pada mekanisme pasar global. Pemerintah daerah sulit menekan agar tetap stabil.

Baca juga: KDM Imbau Masyarakat Manfaatkan Peluang SPMB, Termasuk Keberadaan Sekolah Negeri Minim Peminat

“Harga kedelai itu sekarang enggak bisa ditolong, mendekati Rp11.000. Karena ini barang impor, ya kita mengikuti mekanisme pasar,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).

Yang bisa dilakukan pihaknya dari situasi yang terjadi adalah dengan mendorong para produsen tahu dan tempe melakukan efisiensi produksi

Yang terpenting saat ni kata Farhan, adalah para produsen tetap berproduksi hingga harga kedelai kembali normal sesuai iklim global.

Baca juga: KDM Sebut 700 Sekolah Swasta Bekerja Sama dengan Pemprov Jawa Barat di SPMB 2026

“Kita mengimbau kepada para pengrajin tahu dan tempe agar lebih efisien. Yang penting produksi jangan sampai berhenti,” katanya.

Langkah lain yang bisa dilakukan Pemkot Bandung kata Farhan yakni mengawal distribusi agar tetap stabil, sehingga tahu dan tempe masih menjadi bagian dari perputaran ekonomi.

Sumber protein yang selama ini dianggap paling terjangaku oleh masyarakat, membuat pihaknya ingin menjaga tahu dan tempe tetap menjadi pilihan masyarakat.

Baca juga: Lewat SAHATE Masyarakat Kini Bisa Lapor Online Tindakan Hukum ke Kejari Kota Cimahi

“Kita jaga supaya konsumen yang biasa beli kuliner tahu dan tempe tetap punya daya beli. Jadi walaupun harganya naik, masih bisa terbeli,” ujarnya.

Tak hanya kandungan gizinya yang baik, industri tahu dan tempe menurut Farhan juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penyerapa tenaga kerja.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *