Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat merencanakan akan menanggung seluruh biaya sekolah siswa SMA dan SMK se-Jawa Barat angkatan 2026.
Rencana tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dalam sebuah rapat bersama Kepala Disdik Jabar Purwanto dan Kepala Bapenda Jabar Dedi Mulyadi, Jumat (13/6/2026).
Dalam suasana rapat yang dibagikan melalui sebuah video di media sosial, Gubernur Jabar menyampaikan bahwa biaya untuk 70.000 calon siswa SMA dan SMK angkatan 2026 akan ditanggung Pemprov Jabar.
Baca juga: Lewat SAHATE Masyarakat Kini Bisa Lapor Online Tindakan Hukum ke Kejari Kota Cimahi
“Jadi Pemprov Jabar berencana menanggung biaya sekolah seluruh siswa SMA dan SMK angkatan 2026 baik negeri maupun swasta,” kata KDM.
Tak tanggung-tanggung, pihaknya harus menyiapkan anggaran sebesar Rp171 miliar rupiah untuk 70.000 siswa selama tiga tahun bersekolah.
Rianciannya, setiap siswa akan ditanggung biaya iuran bulanan dan uang bangunan dengan total Rp2,7 juta per tahun selama tiga tahun bersekolah.
Baca juga: Bapenda Bedas Run Jadi Inovasi Pemkab Bandung Tingatkan Partisipasi Masyarakat Bayar Pajak
“Biaya 100 ribu per bulan, ditambah uang bangunan Rp1,5 juta, jadi total Rp2,7 juta per siswa pertahun, dikalikan 70.000, sama dengan Rp171 miliar,” jelasnya.
Dikatakan KDM, sekolah swasta yang ditangung biaya sekolah siswanya adalah sekolah yang sudah bekerja sama dengan pihak Pemprov Jabar.
Dalam hal ini, gubernur memastikan tidak membiaya siswa yang memilih sekolah swasta kalangan menengah ke atas dengan biaya yang tinggi.
Baca juga: Lewat Program RIRA, Pemkot Cimahi Dorong Rumah Ibadah Jadi Ruang Ramah Anak
“Swastanya yang ada MoU kerja sama. Sedangkan sekolah favorit berbiaya mahal, tentunya tidak mungkin kita bekerja sama dengan biaya uang mukanya saja Rp15 juta,” tegasnya.***(Heryana)

























