Kabupaten Sumedang – Beredarnya isu yang menyebut Mahkota Binokasih simbol mengalami kerusakan setelah dikirab dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda mendapat respon dari pihak Keraton Sumedang Larang.
Pihak keraton Sumedang Larang membantah isu tersebut, serta memastikan Mahkota Binokasih baik-baik saja, tanpa kerusakan seperti dalam isu yang beredar.
“Dengan ini kami menyatakan berita itu adalah hoaks, tidak benar, dan tidak bisa dipertanggung jawabkan,” tegas Radya Anom Karaton Sumedang Larang, Rd. Luky Djohari Soemawilaga lewat media sosial yang beredar sejak Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Menarik Perhatian, Prabowo Kisahkan Menteri Tanya Soal Pemenang Tender dari PDI Perjuangan
Luky memperjelas dengan pernyataan bahwa mahkota Binokasih yang dikirab bukan cetakan, namun setiap bagiannya disusun menggunakan benang jahit.
Selama 30 tahun disimpan, diduga benang yang digunakan untuk menyatukan seluruh elemen mahkota telah mengalami usang, sehingga pihak keraton menggantinya.
“Pada saat mahkota ini dikirab, kami melihat pengikat benang jahitnya sudah tidak layak. Dan secara estetika tidak pas. Maka akan kami ganti dengan pengikat yang lebih berkualitas, proporsional, dan berestetika, itulah yang terjadi,” jelasnya.
Baca juga: Pangdam III Siliwangi Tentang TMMD: Bantu Masyarakat Percepat Pembangunan Wilayah
Dengan demikian, Luky memastikan tak ada kerusakan pada Mahkota Binokasih kecuali benang pengikat seluruh komponennya yang sudah mengalami usang karena usia.
Hingga kini mahkota yang konon terbuat dari emas seberat 8 kilogram itu juga disebut Luky tetap dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan keprajuritan Puragabaya Keraton Sumedang Larang.
Jadi sekali lagi, mahkota tetap utuh, tidak ada kerusakan sekecil apapun, tetap terjaga, lestari dengan keamanan tingkat tinggi.
Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan Kehadirannya di Sidang Paripurna DPR RI
Klarifikasi yang disampaikannya tersebut dianggap penting agar masyarakat tetap tenang, serta tidak menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak atas keberadaan Mahkota Binokasih.
Ia berharap informasi yang dibagikannya tersebut menjadi rujukan valid bagi masyarakat yang ingin mengetahui kondisi yang sebenarnya dari mahkota Binokasih.
“Inilah fakta yang sebenar-benarnya. Kami menyampaikan klarifikasi ini untuk dapat diterima masyarakat luas dan tidak menyebarkan opini atau isu-isu yang tidak memiliki sumber yang terpercaya,” tandasnya.***(Heryana)

























