Dilepas Disdik Jabar, Ratusan Siswa Ikuti Pendidikan Karakter Pancawaluya di Barak Marinir

Jawa Barat194 Dilihat

Kota Bandung – Pendidikan Karakter Pancawaluya mulai digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, Disdik Jabar bekerja sama dengan TNI.

Selasa (19/5/2026) Kepala Disdik Jabar, Purwanto, melepas 150 siswa setingkat SMA se-Jabar, untuk mengikuti program Pendidikan Karakter Pancawaluya.

Para peserta akan mendapatkan seluruh ilmu dalam program tersebut di bawah bimbingan Marinir (TNI AL) di Mako Cilandak, Jakarta, selama 14 hari.

Baca juga: Bupati Dadang Supriatna Minta SPMB Kabupaten Bandung Tanpa Pungli dan “Titipan”

Purwanto menuturkan, program tersebut merupakan langkah membangun karakter, mengajarkan kedisplinan, nilai-nilai kebersamaan, dan empati antar sesama.

“Pulang dari sana harus ada perubahan. Harus lebih disiplin, tahu mana yang baik mana yang buruk, kata Purwanto.

Dirinya berharap para peserta mendapatkan pengalaman baru melalui pendidikan dengan pendekatan yang berbeda dari biasanya.

Baca juga: Pencabutan Hak Nonton Pertandingan Jadi Ancaman Tegas Polda Jabar Terhadap Supporter Pelanggar Aturan

“Bapak dan Pak Gubernur berharap kalian berangkat ke sana untuk mendapatkan pengalaman baru. Di sekolah belajar, di sana juga belajar, cuma dengan pedekatan yang berbeda,” ujar Purwanto dalam pesannya.

Rabu pagi para siswa mulai mengikuti program tersebut. Lewat unggahan di akun media sosial, Disdik Jabar memperlihatkan suasana upacara di hari pertama kegiatan di Kesatriaan Marinir, Cilandak, Jakarta.

Keterlibatan ratusan sisa dalam kegiatan tersebut menjadi bukti pendidikan karakter di barak militer yang digagas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi itu disambut baik oleh masyarkat.

Baca juga: Humas Polresta Bandung Raih Juara Pertama Cipta Trending Topik se-Jawa Barat

Heni, salah seorang orang tua siswa, mengaku mendukung program Pendidikan Karakter Pancawaluya dan ingin dimanfaatkan oleh anaknya agar menjadi pribadi dengan karakter yang lebih baik.

“Saya ingin anak saya lebih survive, jiwa kepemimpnannya muncul, lebih punya wawasan luas, lebih bageur dan lebih cageur,” katanya.

Sementara orang tua siswa lainnya mengaku melepas anaknya mengkuti program tersebut atas keinginan anaknya sendiri.

Baca juga: Bukan Finish di Gedung Sate, Begini Skenario Konvoi Persib Hattrick Juara

Siswa menyebut ingin mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut, termasuk menjalin relasi antar sesama peserta yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Siswa juga meyakinkan masyarakat bahwa mereka menjadi peserta program tersebut bukan anak-anak bermasalah, melainkan mereka yang ingin mendapatkan ilmu hingga memiliki karakter yang lebih baik.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *