Tahun 2026 Pemkot Cimahi Targetkan Prevalensi Stunting 19,18 Persen

Bandung Raya23 Dilihat

Kota Cimahi – Prevalensi stunting di Kota Cimahi menunjukkan tren yang menggembirakan. Hal tersebut ditandai dengan terjadinya penurunan pada 2025, dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 24,5 persen.

Kendati mengalami tren positif, tak berarti berbagai upaya pencegahan stunting terbebas dari tantangan. Kota Ciamhi masih dihadapkan pada kemiskinan ekstrem dan masalah sosial lainnya yang berisiko.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga 19,18 persen pada 2026, seperti yang disampaikan Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira.

Baca juga: Hore! Driver Ojol Bakal Segera Terima Bonus Hari Raya, Ini Besarannya

Dalam acara Rembuk Stunting yang digelar di cimahi pada Rabu (4/3/2026), Adhitia menegaskan jika upaya penanganan stunting tak bisa dilakukan secara parsial dan sektoral.

Sebaliknya, upaya tersebut justru memerlukan kolaborasi serta komitmen bersama seluruh stakeholder untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yakni penurunan prevalensi.

“Melalui pendekatan pentahelix melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, Pemkot Cimahi berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan,” tutur Adhit.

Baca juga: Pendaftar Mudik Gratis Lampaui Kuota, Dishub Kota Cimahi Lakukan Verifikasi

Secara teknis, Adhit menyebut bahwa penanganan yang dilakukan juga harus memperhatikan berbagai hal, termasuk kultur dan sosial masyarakat pada setiap wilayah.

Menurutnya, dengan kultur dan demografi yang berbeda, maka penanganannya pun harus lebih spesifik dan disesuaikan. Hal itu dilakukan untuk memperoleh data yang konvergen.

“Data tidak bisa lagi berdiri sendiri. Harus konvergen. Cimahi Utara, Tengah, dan Selatan punya karakteristik berbeda,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov Buka Hotline Aduan Bagi Warga Jabar di Wilayah Konflik Bersenjata Timur Tengah

Wakil Wali Kota juga menegaskan bahwa stunting bukan sekedar isu tentang gizi, melainkan sebuah cermin masa depan generasi muda di Kota Cimahi. Untuk itu, ia menekankan agar penanganannya dilakukan terintegrasi.

“Kalau bicara stunting, kita bicara dari gizi sejak dini hingga pola asuh. Tapi juga ini tentang masa depan kota ini,” tandasnya.

Acara Rembuk Stunting diharapkan Adhit menjadi kesempatan seluruh pihak terkait untuk memperkuat komitmen bersama mewujudkan masa depan dengan membangun generasi berkualitas.

Baca juga: Rp55 Triliun Dikucurkan Pemerintah untuk THR ASN, Menko Perekonomian: Beda dengan Gaji ke-13

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Cimahi, para kepala OPD, seluruh camat dan lurah se-Kota Cimahi,serta unsur Forkopimda.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *