Pemprov Jabar Sebut Sejumlah Komoditas Ini Alami Penurunan Harga Pascalebaran 2026

Jawa Barat181 Dilihat

Kota Bandung – Kabar baik disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Nining Yuliastiani, terkait harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat.

Disampaikan Nining, beberapa komoditas kebutuhan pokok masyarakat mengalami penurunan harga setelah seminggu melewati masa lebaran 2026.

Tren penurunan harga terjadi pada komoditas kebutuhan pook masyarakat seperti cabai rawit yang mencapai harga Rp71.888 per kilogram, atau turun 24,01 persen dibanding sebelum lebaran 2026.

Baca juga: Singgung Efektivitas Birokrasi, KDM Sebut Minim Pegawai Aspek Teknis

Penurunan harga juga terjadi pada jenis cabai merah keriting yang kini berada di harga Rp41.678 per kilogram atau turun 16,25 persen.

Harga Cabe merah besar juga dikabarkan turun 26,94 persen dari sebelum hari raya Idulfitri 1447 Hijriyah, kini menjadi Rp47.184 per kilogram.

“Usai Idulfitri, harga berbagai jenis cabai mengalami penurunan signifikan,” kata Nining, Senin (30/3/2026).

Baca juga: 99 Persen ASN Hadiri Halalbihalal, Wali Kota Cimahi: Bukti Kedisplinan Tinggi

Dijelaskannya, pasokan yang mulai stabil pascalebaran serta demand (permintaan) konsumen kembali pada posisi normal berkontribusi pada menurunnya harga komoditas cabai.

Nining bilang, harga ayam ras dan daging sapi yang sempat melonjak tinggi jelang lebaran 2026, juga mengalami penurunan meski belum terlalu signfikan.

Harga ayam ras turun 5,24 persen enjadi Rp41.908 perilogram, sedangkan daging sapi turun 7,07 persen menjadi Rp141.548 per kilogram.

Baca juga: Pilih Hari Rabu, Wali Kota Pastikan WFH Diterapkan Bagi ASN Kota Cimahi

Komoditas bawang merah turun menjadi Rp38.968 per kilogram, sementara bawang puti honan turun menjadi Rp35.346 per kilogram.

Yang menarik dari penyebab penurunan harga bawang putih. selain permintaan kembali normal, pasokan untuk komoditas yang satu ini justru dikabarkan mengalami surplus.

Meski tidak terlalu signifikan, penurunan harga juga terjadi pada beras premium sebesar 0,12 persen,serta beras medium sebesar 0,13 persen.

Baca juga: Tak Ada Upacara Tingkat Kecamatan, Bupati Bandung Rencanakan Peringatan Hari Jadi Digelar Sederhana

Nining menambahkan, sejumlah upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk menjaga stabilitas harga yang akan berdampak pada terjaganya daya beli masyarakat dan laju inflasi.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *