Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah, Prabowo Minta Kabinet Rumuskan Penghematan BBM

Nasional147 Dilihat

Jakarta – Konflik yang terjadi antara Iran vs Amerika-Israel yang memicu perluasan perang di sejumlah negera Timur Tengah membuat situasi global memanas.

Dampak dari situasi global tersebut juga terjadi pada distribusi minyak dunia, tak terkecuali untuk Indonesia pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026) mengingatkan situasi global akibat konflik akan memengaruhi harga BBM, yang diikuti peningkatan harga pangan.

Baca juga: Baznas Kota Cimahi Ungkap Penurunan Perolehan Zakat, Distribusi Bantuan Meningkat

“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Dan ini memberikan dampak kepada kita, karena akan memengaruhi harga BBM,” kata Prabowo.

Dalam Rapat Kabinet Paripurna tersebut, Prabowo mengingatkan pentingnya langkah strategis yang dilakukan jajarannya guna menghemat konsumsi BBM.

Menurutnya, Indonesia tidak bisa menganggap situasi global yang terjadi tak akan memengaruhi situasi dalam negeri.

Baca juga: Program Mudik Gratis Kota Bandung Diberangkatkan Selasa Depan

“Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya mengurangi konsumsi BBM kita,” tandasnya.

Prabowo meminta jajarannya untuk membahas langkah penghematan BBM. Namun dirinya mengaku optimis dapat mengatasi situasi yang terjadi dengan kemampuan dan pengalaman Indonesia mengatasi pandemi covid-19.

“Dulu kita atasi Covid berhasil dan kita mampu banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov Jabar Jelaskan Duduk Perkara Polemik SMK IDN Bogor: Siap Bantu Proses Perizinan

Ia mencontohkan penerapan WFH bagi sejumlah ASN sebagai salah satu cara yag bisa dipertimbangkan dalam melakukan penghematan konsumsi BBM, sekaligus mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas.

“Bahwa walaupun kita merasa aman, tidak panik, tapi kita juga tdak boleh terlalu lengah, kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kondisi paling jelek,” tandasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *