Kembangkan Angkot Terintegrasi, Pemkot Bandung Rencanakan Sistem Gaji Pengemudi

Bandung Raya81 Dilihat

Kota Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) terus berupaya mengembangkan angkutan kota menjadi transportasi yang terintegrasi dengan angkutan massal.

Melalui sistem yang dikembangkannya itu, Pemkot Bandung berharap angkot di kemudian hari menjadi model transportasi umum alternatif yang mudah dan aman diakses oleh anak-anak, terutama pelajar yang berangkat ke sekolah.

Dengan sistem terintegrasi angkutan massal, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berharap angkot memiliki fungsi sebagai kendaraan feeder (pengumpan).

Baca juga: Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita di Cimahi, Polisi Sebut Pelaku Sakit Hati Atas Tindakan Korban

Namun, dalam uji coba yang dilakukan, terungkap beberapa hal yang masih memerlukan penyempurnaan. Di antaranya berkaitan dengan model bisnis dari operasional angkot tersebut.

Ia berharap angkot yang mengejar setoran tak lagi diberlakukan dan mengganti dengan sistem gaji bagi para pengemudinya. Model seperti itu menurutnya akan lebih aman dan terhindarkan dari persaingan kejar penumpang.

“Bisnis model yang ideal adalah sopir angkotnya tidak mengejar setoran. Sopir angkotnya harus kita gaji. Ini yang kelihatannya masih belum ditemukan,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (6/11/2026).

Baca juga: Dadang Supriatna Ajak Pemda Sekitar Perkuat Koordinasi Tangani Banjir Bandung Raya

Dalam sambutannya saat melepas program prioritas Angkot to School, Farhan menegaskan jika saat ini program angkot terintegrasi masih dala tahap uji coba. Namun ia menargetkan angkot terintegrasi sudah siap beroperasi sebelum Bus Rapid Transit (BRT) berjalan.

“Jangan sampai BRT sudah jadi dan beroperasi, tetapi sistem ini masih percobaan. Mumpung BRT belum operasional kita manfaatkan waktu untuk memperbaiki sistemnya,” jelasnya.

Integrasi angkot juga diharapkannya tak hanya dengan angkutan massal. Pihaknya juga berupaya agar angkot terintegrasi dengan Google Maps untuk memudahkan masyarakat memilih angkot dan mengestimasi durasi perjalanan.

Baca juga: Sudah Tersangka Tapi Belum Ditahan, Begini Peran Irjen SU dalam Kasus Penyadapan Presiden

“Kalau bisnis modelnya benar, semua aplikasi ini akan terhubung dengan Google. Setiap sopir angkot memegang aplikasinya. Jadi, ketika masyarakat membuka Google Maps dan memilih tujuan akan terlihat angkot yang tersedia serta perkiraan waktu kedatangannya,” ungkapnya.

Yang juga menjadi perhatian Farhan dalam upaya pengembangan transportasi angkot adalah faktor keamanan bagi pengguna, terutama penumpan dari kaum disablitas.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *