Libatkan Puluhan Ribu Mahasiswa, Sekda Jabar: 20 Persen Sampah Bandung Raya Tak Sampai Hilir

Jawa Barat181 Dilihat

Kota Bandung – Sebanyak 25.000 mahasiswa disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menjadi tenaga penyuluh yang akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.

Pelibatan puluhan ribu mahasiswa dilakukan pemerintah dengan target dapat mengurangi 20 persen timbulan sampah setiap harinya, agar tidak seluruh sampah berakhir di hilir, yakni tempat pembuangan akhir (TPA).

Mereka akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang upaya mengurangi produksi sampah terutama sampah sisa makanan, melakukan pemilahan, hingga pemanfaatan kembali, serta daur ulang sampah.

Baca juga: Herman Suryatman Dorong Aparatur Sekretariat DPRD Perkuat Peran Selaraskan Pembangunan

Para mahasiswa akan terlibat memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, terutama untuk mendorong pengurangan sampah makanan, pemilahan sampah, pemanfaatan kembali, dan daur ulang sejak dari rumah tangga.

Mahasiswa dengan jumlah 25.000 tersebut nantinya akan disebarkan di 50 kecamatan se-Bandung Raya, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat perihal pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengatakan, untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah Bandung Raya diperlukan kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak.

Baca juga: Di Tengah Keterbatasan APBD, 95 Persen Sekolah di Kabupaten Bandung Butuhkan Revitalisasi

Penanganan sampah di wilayah Bandung Raya, lanjutnya, dibutuhkan langkah yang terstruktur, sistemik, dan massif.

“Tidak bisa by feeling, harus by design. Hati harus hadir, logikanya juga harus hadir. Artinya, empirik dan saintifik harus ‘diadu-maniskeun’ (dipadukan),” ujar Herman saat melakukan koordinasi bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Kamis (14/10/2026).

Penyiapan puluhan ribu mahasiswa merupakan salah satu langkah konkret Pemprov Jabar dalam mengoptimalkan keterlibatan perguruan tinggi terhadap upaya penanganan sampah.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *