Surati DPRD Bandung Barat, Warga Desa Ciburuy Harap Dukungan Reaktivasi Tersier Air

Bandung Raya52 Dilihat

Bandung Barat – Upaya masyarakat, UPTD Pengairan, Babinsa, dan Forum Masyarakat Cinta Ciburuy (Formacib) Kabupaten Bandung Barat, untuk mengembaikan fungsi tersier air terus dilakukan melalui kegiatan bakti sosial.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (6/9/2026) merupaan kali keempat. Masyarakat berupaya agar tersier air di Curug Ateng yang belokasi di RW 15, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang dapat kembali berfungsi normal.

Menurut Ketua Formacib Agus Adje, tersier air tersebut semula berfungsi mengalirkan air hingga bermuara di Situ Ciburuy. Sayangnya, dalam 10 tahun terakhir fungsi tersebut tak lagi berjalan.

Baca juga: Lewat Defend ID Peduli Bencana, PTDI Salurkan Bantuan Bagi Warga NTT

“Lebih dari 10 tahun tidak berfungsi, sebab pasokan air dari Cimeta melalui talang Lebakgede yang mengairi dua Desa Bojong Koneng dan Desa Ciburuy, aliran airnya tidak sampai ke Situ Ciburuy,” Ungkap Agus.

Seorang tokoh masyarakat bernama Sudarlan yang sejak awal menginginkan agar fungsi tersier air Curug Ateng Cuhcur diaktifkan kembali. Sehingga dirinya mengapreasiasi kegiatan baksos yang diharapkan dapat membantu mengembaikan pasokan air ke Situ Ciburuy.

Namun kegiatan baksos yan diulai sejakJuli 2026 lalu itu tak cukup untuk memenuhi harapan masyarakat mengembalikan fungsi tersier air. Sehingga warga menyurati Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Barat agar dapat memberikan dukungan reaktivasi infrastruktur tersebut.

Baca juga: BIJB Kertajati Jadi Alternatif Bandara Soetta, Dedi Mulyadi Siapkan Pelayanan Terbaik

“Mengirimkan surat kepada Sektretariat DPRD pada hari Senin tanggal 7 September 2026. Ini merupakan surat ke-2 yang isinya kami ingin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota dewan. Alhamdulilah dari pihak Setwan atau Pendamping sudah memberikan info tinggal pelaksanaanya menemui para Anggota dewan,” kata Agus.

Lebih detail Agus Adje menjelaskan, surat yang dilayangkan kepada Setwan berisi permohonan reaktivasi saluran tersier air dan revitalisasi sumber air talang Lebakgede agar dapat mengairi kembali Situ Ciburuy yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Bandung Barat itu.

Lebih dari itu, diharapkan DPRD KBB dapat mendukung keinginan warga memiliki jalan alternatif yang menghubungkan antara Curug Ateng hingga Lebakgede, Cihaliwung, Padalarang.

Baca juga: KDM Terapkan Pembelajaran Daring pada Sekolah Terdampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Jika terwujud, jalur tersebut dapat mengurangi beban volume kendaraan di jalan raya Bandung Cianjur (depan pabrik kuas), sehingga diyakini bisa mengurangi tingkat kemacetan di jalan nasional tersebut, serta memperpendek jarak tempuh Situ Ciburuy-Stasiun Padalarang.

Manfaat lainnya, jalur alternatif itu akan memperlancar distribusi hasil pertanian warga sekitar Kampung Cuhcur, Cihampelas, Lebakgede. Dengan demikian diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Itu harus didukung dengan pelebaran, jalan tembus di bagian muka Curug Ateng, serta pemindahan tiang listrik dan telkom yang menghalangi akses masuknya,” kata Agus.

Baca juga: Begini Pertimbangan Kemenhub RI Hentikan Operasional Bandara Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Soal tiang yang menghalangi akses, warga menurutnya sudah menyurati PLN ULP Padalarang dan PT Telkom. Hanya saja hingga kini warga harus terus menanti respons dari kedua perusahaan pelat merah itu.

Di sisi lain, Kasubag UPTD Pengairan Bandung Barat, Anjar, berjanji akan menyampaikan keinginan warga yang disampaikan melalui sebuah surat permohonan yang ditandatangani Ketua RW 15 dan Ketua RW 01, Desa Ciburuy.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *