Pasokan Kepokmas Aman, Harga Daging Ayam ‘Kebangetan’

Bandung Raya14 Dilihat

Kota Bandung – Pasokan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung dipastikan Pemerintah masih dalam kondisi aman dan lancar.

Namun yang kini menjadi persoalan adalah harga daging ayam yang melesat tajam hingga menyentuh angka Rp40.000 per kilogram. Salah satu sumber protein hewani itu mendapat sorotan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Tingginya harga daging ayam menurut Farhan menjadi persoalan tersendiri. Pasalnya, bagi warga Kota Bandung komoditas tersebut merupakan sumber protein kedua setelah telur.

Baca juga: Ini Alasan Wyndham Fokus Dukung Dunia Pendidikan Lewat Program dan Kerja Sama

“Daging ayam ini penting karena daging ayam adalah sumber protein kedua terbesar untuk warga Kota Bandung setelah telur ayam,” kata Farhan, Kamis 27 Agustus 2026.

Meski masih dalam penelusuran, ia menduga tingginya harga daging ayam dipicu oleh faktor distribusi di tingkat hulu. Dirinya mengaku telah meminta Disdagin Kota Bandung untuk menelusuri rantai pasok ayam.

Akibat harganya yang kurang bersahabat, Farhan menyebut hal itu mengubah pola konsumsi masyarakat, yakni banyak masyarakat kini yang mulai mengurangi belanja daging ayam untuk konsumsi.

Baca juga: Lagi, Wyndham Casablanca Jakarta Hibahkan Satu Unit Mock-up Room, Dukung Perkuliahan Poltekpar NHI Bandung

Sementara pada komoditas beras, Wali Kota Bandung itu juga memastikan ketersediaan sumber karbohidrat pokok itu dalam kondisi aman. Namun ia mengingatkan bahwa untuk memastikan stok beras harus dilihat secara menyeluruh.

Menurutnya, sebanyak 30 persen beras yang didistribusikan merupakan tanggung jawab Bulog. Dalam pelaksanaannya, beras yang dimaksud Farhan harus bisa dengan mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Sekitar 30 persen beras ini dijamin oleh Bulog akan bisa didapatkan untuk semua warga Kota Bandung. Tetapi kalau mau memilih kualitasnya, ikut mekanisme pasar,” ujarnya.

Baca juga: Ada Destinasi Baru di Bandung, Wisatawan Bisa Banyak Belajar Budaya Tionghoa

Dijelaskannya, pemenuhan kebutuhan kepokmas Kota Bandung dilakukan oleh daerah produsen. Sedikitnya ada 16 provinsi disebut Farhan menjadi pemasok kepokmas ke ibu kota provinsi Jawa Barat itu.

Terdapat salah satu komoditas yang hingga kini masih mengandalkan impor, yakni daging sapi. Untuk itu, Farhan mendorong pasokan dari dalam negeri, sesuai arahan pemerintah pusat.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *