PKKMB Teknik Fisika Universitas Telkom Ingatkan Pentingnya Iptek Beriringan dengan Kepedulian Terhadap Lingkungan

Pendidikan14 Dilihat

Kabupaten Bandung – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Studi Teknik Fisika Universitas Telkom tahun 2026 dimulai pada Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Damar itu mengusung tema “From Physics to Sustainability: Engineering a Greener Future”, tak sekadar mengenalkan lingkungan akademik, namun menanamkan kesadaran kepada mahasiswa baru bahwa ilmu iptek harus beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Sesuai tema, PKKMB dititikberatkan pada kegitan yang berkaitan erat dengan lingkungan. Program tersebut tampak disambut antusias mahasiswa baru ketika panitia memulainya dengan melakukan aksi bersih-bersih di area Fakultas Teknik Elektro.

Baca juga: Pariwisata Indonesia Tumbuh, Menteri Pariwisata Ingatkan Tantangan SDM di Era AI

Kegiatan yang tampak sederhana, namun memiliki makna bahwa suatu keberlanjutan tidak selalu berawal dari teknologi yang kompleks, tetapi dapat tumbuh dari tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Usai aksi bersih-bersih, PKKMB dilanjutkan dengan pengenalan Program Studi Teknik Fisika oleh Kaporodi (Kepala Program Studi) Teknik Fisika, Dr. Eng. Amaliyah RIU.

Dalam kesempatan itu, Amaliyah menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan perkuliahan hingga menylesaikan pendidikan, termasuk pengenalan para dosen dan lingkungan akademik.

Baca juga: Satnarkoba Polres Cimahi Gerebek Rumah Produksi Tembakau Sintetis di Batujajar, Barang Bukti 150 Kilogram Diamankan

Dijelaskan pula oleh Kaprodi, pendidikan Teknik Fisika dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri saat ini sekaligus tantangan teknologi di masa depan.

Menurutnya, mahasiswa akan dibekali kemampuan sains dan rekayasa dengan konsep smart science and technology. Rekayasa yang dimaksud antara lain rekayasa instrumentasi, rekayasa energi, rekayasa material, artificial intelligence (AI), data science, automasi industri, serta bidang keilmuan lainnya.

Dari sisi kemampuan mahasiswa, mereka juga dasah untuk dapat mengembangkan soft skill seperti kemampuan berkomuniksi, berikir kritis, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Baca juga: Apa Kabar Teras Cihampelas? Ini Yang Akan Dilakukan Dedi Mulyadi di 2027

Senada dengan Kaprodi, Dekan Fakultas Teknik Elektro (FTE), Prof. Ahmad Rizal juga menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan (akademik) dengan kehidupan mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, Rizal memperkenalkan sejumlah fasilitas di lingkungan FTE untuk dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa baru dalam belajar dan mengembangkan potensi diri.

Bekal pemahaman juga diberikan Ketua Kelompok Keahlian, Dr. Eng. Indra Wahyudin Fathona. Ia memperkenalkan berbagai kegiatan penelitian dan inovasi yang dilakukan oleh para dosen Teknik Fisika.

Baca juga: Surati DPRD Bandung Barat, Warga Desa Ciburuy Harap Dukungan Reaktivasi Tersier Air

Secara teknis, melalui serangkaian kegiatan penelitian mahasiswa dibangun tak hanya menjadi objek dan pengguna, tetapi sebagai subjek yang akan melakukan riset, mengembangkan produk, hingga melakukan inovasi.

Sementara itu,panitia juga menghadirkan tiga orang alumi Teknik Fisika yang telah berkiprah di sejumlah industri. Kehadiran mereka memberikan gambaran keterkaitan pendidikan tinggi dengan industri.

Alumni yang hadir di antaranya Rolan Suriadinata, S.T., Muhammad Pandu Aryo Gumilang, S.T., dan Adianta Felix, S.T. yang saat ini berkiprah di PT Omron.

Baca juga: Lewat Defend ID Peduli Bencana, PTDI Salurkan Bantuan Bagi Warga NTT

Kisah yang mereka bagikan yakni terkait pengalaman menerapkan ilmu pendidikan yang didapat di bangku kuliah, yaitu Programmable Logic Controller (PLC) dalam dunia industri.

Pngalaman dan pengetahan mahasiswa baru bertambah melalui kegiatan PKKMB, yakni berupa informasi pendukung kehidupan kampus. Beberapa peluang bisa didapatkan mahasiswa, mulai dari beasiswa serta fasilitas pendukung lainnya.

Yang tak kalah penting dari seluruh persiapan yang diberikan kepada mahasiswa baru sebelum menjalani kehidupan kampus adalah soal pentingnya penerapan etika dalam berinteraksi, hingga pemahamam ata slarangan berbagai tindak kekerasan.***(BS)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *