Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong lulusan pariwisata menjadi profesional, inovator, sekaligus penjaga keberlanjutan destinasi.
Kota Bandung – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat meningkat 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi momentum untuk memastikan perkembangan pariwisata tidak sekadar mengejar peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, arah pembangunan pariwisata Indonesia ke depan harus berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.
“Ke depannya, arah pembangunan kita semakin jelas, yaitu membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Kita menginginkan wisatawan dapat tinggal lebih lama, mengenal lebih banyak destinasi, menikmati kekayaan produk dan pengalaman lokal, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Widiyanti usai menghadiri Wisuda Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Selasa, 8 September 2026.
Menurut dia, pertumbuhan industri pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan budaya.
Penguatan ekonomi masyarakat lokal, peningkatan kualitas destinasi, serta inovasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor tersebut.
Baca juga: Apa Kabar Teras Cihampelas? Ini Yang Akan Dilakukan Dedi Mulyadi di 2027
Dalam konteks itu, Widiyanti menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor penting.
Lulusan pendidikan pariwisata tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan dunia.
“SDM tersebut harus mampu bekerja secara profesional sesuai standar dunia, menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan peluang, inovator yang memanfaatkan teknologi, serta pemimpin yang memahami bahwa setiap keputusan di sektor pariwisata memiliki dampak terhadap manusia, lingkungan, dan masa depan destinasi,” katanya.
Baca juga: Pesan Ketua JWI Jawa Barat Agar Anggota Kedepankan Etik Saat Laksanakan Tugas Jurnalistik
Pesan tersebut disampaikan kepada 603 wisudawan dan wisudawati Politeknik Pariwisata NHI Bandung yang menyelesaikan pendidikan mereka.
Widiyanti menyebut tema wisuda ke-63, Roads to Horizon: Cultivating Future Tourism, relevan dengan tantangan sekaligus peluang yang akan dihadapi para lulusan.
Ia mengingatkan agar pendidikan yang telah diperoleh tidak berhenti pada penguasaan ilmu dan keterampilan. Pendidikan, menurutnya, juga membentuk pola pikir, karakter, kedisiplinan, integritas, serta kepedulian terhadap sesama.
Baca juga: Surati DPRD Bandung Barat, Warga Desa Ciburuy Harap Dukungan Reaktivasi Tersier Air
Tantangan lain datang dari perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital yang semakin memengaruhi perilaku wisatawan.
Teknologi kini berperan dalam berbagai tahapan perjalanan, mulai dari mencari informasi, merencanakan perjalanan, menentukan destinasi hingga membagikan pengalaman.
Karena itu, generasi baru pekerja pariwisata dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga berpikir kritis dan tetap memiliki integritas.
Baca juga: Lewat Defend ID Peduli Bencana, PTDI Salurkan Bantuan Bagi Warga NTT
Widiyanti mengingatkan para lulusan agar tidak mudah terbawa arus informasi yang salah, fitnah maupun ujaran kebencian.
Di sisi lain, ia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa politeknik pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata dalam berbagai kegiatan sosial dan pengembangan pariwisata.
Mahasiswa Poltekpar NHI Bandung, misalnya, terlibat dalam program Sekolah Rakyat melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial.
Baca juga: BIJB Kertajati Jadi Alternatif Bandara Soetta, Dedi Mulyadi Siapkan Pelayanan Terbaik
Menurut Widiyanti, keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat menunjukkan bahwa pendidikan pariwisata tidak hanya berorientasi pada dunia kerja, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kepedulian dan kontribusi sosial.
“Ilmu bertumbuh menjadi kepedulian, kompetensi bertumbuh menjadi kontribusi, dan pendidikan yang bermanfaat bagi sesama,” tandasnya (vera)
























