Kota Cimahi – Improvisasi menjadi suatu hal penting dalam membangun sistem pendidikan yang sustainable (berkelanjutan). Dengan improvisasi, diharapkan dunia pendidikan akan terus berkembang.
Pernyataan tersebut disampikan Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira saat menghadiri undangan dari Yayasan Nur Al Rahman yang menggelar Lesson study untuk sejumlah kepala sekolah dari Malaysia.
Kedatangan rombongan dari Malaysia sendiri didampingi pihak Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang telah memilih Sekolah Al Rahman menjadi tempat Lesson Study.
Baca juga: Yayasan Nur Al Rahman Jadi Lokasi Lesson Study Kepsek dari Malaysia, Wawalkot Adhitia: Kami Bangga
Adhitia Yudisthira mengatakan, agar pendidikan berkelanjutan, maka diperlukan langkah-langkah improvisasi yang menurutnya tidak sulit dilakukan oleh setiap sekolah.
“Berimprovisasi di bidang pendidikan itu sebenarnya bukan sesuatu hal yang sulit. Contohnya saja di Yayasan Nur Al Rahman, improvisasinya banyak banget. Mulai dari impelementasikan sunnah Rasul, dimana anak-anak diberikan pendidikan renang, memanah, dan berkuda,” ujar Adhit.
Lebih lanjut ia mengatakan, banyak manfaat yang bisa diambil dari improvisasi yang dilakukan. Di antaranya mengaktifkan motorik dan sesnsorik siswa.
Baca juga: KDM Jawab Kritik Menteri HAM Atas Sayembara Penangkapan Begal dan Pelaku Kejahatan
Selain itu, melalui improvisasi juga bisa membuat konsentrasi dan fisik siswa semakin terlatih. Sehingga menjadikan siswa sehat secara fisik dan mental.
Adhit berharap Dinas pendidikan Kota Cimahi dapat membuat rumusan tertentu agar setiap sekolah dapat melakukan improvisai untuk menciptakan proses pendidikan yang tidak kaku serta tak sekadar menggugurkan kewajiban kurikulum semata.
“Kita tidak punya sumber daya alam, hanya social engineering yang bisa kita optimalkan dan kembangkan,” kata Wakil Wali Kota Cimahi.***(Heryana)





















