Kota Bandung – Kebiasaan bermain judol (judi online) rupanya tak hanya menyasar masyarakat biasa, namun diketahui juga menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Jawa Barat.
Banyaknya oknum ASN di provinsi Jawa Barat yang bermain judol diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan.
Menurutnya, mereka yang terlibat bermain judol didominasi para oknum ASN yang berada di wilayah kota besar seperti Bekasi dan Bandung.
“Banyak sekali ASN di Jawa Barat yang terlibat judol, terutama di kota-kota besar seperti Bekasi, Bandung dan sekitarnya,” ungkap Erwan.
Erwan mengaku sempat kaget mendapatkan informasi langsung dari kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) Ivan Yustiavandana terkait banyaknya ASN Jawa Barat kecanduan Judol.
“Saya waktu itu silaturahmi dengan kepal PPATK, kang Ivan, kebetuan orang Jawa Barat. Di akhir pertemuan itu beliau sampaikan “kang hati-hati Jawa Barat judolnya sudah sangat meresahkan, terutama ASN”,” ungkapnya.
Tak sekadar informasi, Erwan mengaku bahwa Kepala PPATK juga menunjukkan data yang sangat lengkap setiap oknum yang terlibat, by name by address.
“Tapi tidak akan saya sebutkan siapa, karena ini privasi. Kita nanti akan selesaikan secara internal di lingkungan ASN,” ujarnya.
Kabar mengejutkan disampaikan Erwan terkait besaran uang yang digunakan para ASN yang dimaksud. Nilainya cukup fantastis, dimana seorang ASN diketahui menghabiskan uang hingga Rp800 juta untuk berjudi.
“Ada satu ASN saja sampai Rp800 juta, bahkan ada beberapa diantara ratusan juta. Yang terkecil itu sekitar Rp100-Rp200 ribu. Padahal kan mereka sudah mendapatkan gaji dan tunjangan, kenapa harus bermain judi,” ucapnya heran.
Ia berharap para pimpinan dan inspektorat masing-masing kabupaten/kota segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
Namun tak sekadar pemanggilan, Wagub Jabar berharap terhadap oknum ASN yang terlibat judol diberikan sanksi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.***(Heryana)





























