Geram Temukan Banyak Pelanggaran di Pabrik Batu Kapur Cipatat, KDM: Gunung Beak, Rakyat Balangsak

Jawa Barat82 Dilihat

Bandung Barat – Sejumlah pelanggaran ditemukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat melakukan sidak ke salah satu pabrik batu kapur di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pada sidak hari kedua dengan target yang berbeda, Dedi Mulyadi membawa serta Sekda Jabar Herman Suryatman dan sejumlah pejabat Pemprov Jabar.

Seperti pada sidak sebelumnya di pabrik yang berbeda, yakni PT Raja Barokah Abadi pekerja juga tidak mendapatkan jaminan kesehatan dari pihak perusahaan.

Baca juga: DPR Bantah Tolak Pembahasan RUU Perampasan Aset

Hal tersebut diketahui berdasarkan pengakuan pekerja yang menyebut bahwa mereka harus merogoh kantong sendiri jika mengalami gangguan kesehatan.

Menariknya, di salah satu sudut pabrik justru terpampang sertifikat kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Ini saya lagi mampir ke PT Raja Barokah Abadi, disini ada sertifikat kepesertaan BPJS, faktanya berobat sendiri kalau sakit,” ungkap KDM.

Baca juga: Sekda Jabar Ungkap Tujuan Pemprov Bongkar Gedung Perpustakaan Gasibu

Ia menyebut lebih baik seluruh pekerja pabrik batu kapur dialihkan menjadi tenaga kebersihan di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Jabar.

Menurutnya, pemerintah masih sanggup menampung 100-200 orang menjadi tenaga kebersihan dengan gaji Rp4,2 juta per bulan untuk membersihkan jalan di wilayah Padalarang yang selama ini tidak mendapat perhatian Pemda setempat.

“Bapak, saya kasih tahu, kalau di sini kerjanya kayak gini, mending kerja di PU saja jadi tenaga kebersihan, gajinya RP4,2 juta,” ujar KDM kepada para pekerja.

Baca juga: Polresta Bandung dan Batalyon Zipur 3 Pangalengan Perkuat Sinergitas Jaga Kondusifitas Wilayah

Selain minimnya upah yang didapat pekerja serta tidak ada jaminan kesehatan, KDM juga menyoroti potensi dugaan kesalahan prosedur lingkungan dari operasional pabrik tersebut.

“Saya dulu pernah tutup ini, tapi ribut. Sekarang ini gunungnya habis, jalan setiap hari penuh debu pencemaran, rakyatnya ternyata tidak sejahtera, untuk apa diijinin,” tegasnya.

Dirinya juga menyesalkan semua pihak, terutama pemerintah yang tidak menyadari adanya pelanggaran di lokasi yang notabene menurutnya tak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Polsek Bojongsoang Polresta Bandung Tangkap 15 Pelaku Pencurian dengan Kekerasan

“Ini cermin bahwa jangankan yang jauh, yang depan mata kita aja dekat gerbang tol sudah berpuluh tahun gak ada yang ngeh,” ujarnya.

“Jujur saja saya mah, daripada gunung beak (habis) rakyat balangsak. Kalau di sini ada tenaga kerja 100 atau 200 saya tarik saja jadi tenaga kerja Pemprov, gunungnya selamat,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *