Bangkitkan Nilai Luhur Kasundaan, Pemprov Jabar Tetapkan Hari Tatar Sunda

Jawa Barat182 Dilihat

Kota Bandung – Tanggal 18 Mei 669 Masehi merupakan hari terjadinya peristiwa penting dalam sejarah kerajaan Sunda.

Hari itu, merupakan hari lahirnya nama baru kerajaan Sunda setelah sebelumnya bernama kerajaan Tarumanegara. Penggantian nama diputuskan oleh Maharaja Trarusbawa.

Catatan sejarah tersebut disampaikan oleh Peneliti sejarah yang juga merupakan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Nina Herlina di Gedung Sate, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Hadiri May Day Fiesta, Prabowo Sampaikan ‘Hadiah’ Bagi Buruh Indonesia

Momen pergantian nama Kerajaan Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda pada 18 Mei 669 juga menjadi rujukan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menetapkan sebagai Hari Tatar Sunda.

Dengan demikian, tanggal 18 Mei akan menjadi hari penting bagi masyarakat Jawa Barat sebagai hari bangkitnya karakter Sunda.

“Dengan memperhatikan beberapa sumber, dapat disimpulkan bahwa awal berdirinya Kerajaan Sunda merupakan awal lahirnya Tatar Sunda pada 18 Mei 669 Masehi sehingga dapat ditetapkan sebagai Hari Tatar Sunda,” kata Nina.

Baca juga: Pameran Lukisan Bulu Karya Firdaus Alamhudi Siap Semarakan HUT ke-80 Kodam III Siliwangi

Dengan mengambil momentum kelahiran kerajaan Sunda, Hari Tatar Sunda menurut Nina tak berarti memperingati berdirinya kerajaan tersebut.

Hari Tatar Sunda yang sudah diatur dalam Pergub Nomor 13 Tahun 2026 itu, justru bertujuan menghidupkan kembali budaya Sunda.

Sementara ditambahkan Dosen Fakultas Hukum Unpad Hernadi Affandi, peringatan Hari Tatar Sunda merupakan momentum bangkitnya jati diri masyarakat Jabar.

Baca juga: Marc Klok Akui Kehadiran Bobotoh Bangkitkan Motivasi Persib Libas Bhayangkara FC

Ia juga menegaskan bahwa peringatan ini berbeda dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang diperingati setiap 19 Agustus.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat lebih bersifat administratif kenegaraan, sedangkan Hari Tatar Sunda lebih difokuskan pada penguatan akar budaya dan sejarah,” jelasnya.

Ia berharap kedua peringatan tersebut tidak diperdebatkan, karena keduanya tidak saling mengganggu.

Baca juga: Bupati Bandung Barat Ancam Pecat ASN Terlibat Praktik Percaloan Layanan Publik

Dengan lebih menonjolkan eksistensi kebudayaan, Hari Tatar Sunda dinilai Hernadi justru menguatkan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *