Kota Cimahi – Rencana pembangunan underpass Gatot Subroto di Kota Cimahi semakin menunjukkan progres positif.
Underpass Gatot Subroto diyakini akan menjadi solusi efektif mengatasi kemacetan akibat tingginya frekuensi kereta feeder Whoosh melintasi jalan Gatot Subroto.
Diketahui, kereta feeder Whoosh melintasi jalan tersebut hingga mencapai 72 kali dalam sehari. Alhasil, kerap terjadi penumpukan kendaraan di perlintasan sebidang itu.
Baca juga: Tuntas Sediakan Lahan, Pemkot Cimahi Nantikan Pembangunan Fisik Underpass Gatot Subroto
Dari informasi yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Cimahi Wilman Sugiansyah, pembangunan underpass saat ini ada pada tahap menunggu pemenang tender.
Sementara penyediaan lahan yang menjadi tanggng jawab Pemkot Cimahi telah selesai dilaksanakan, seiring keluarnya izin dari Mabes TNI Angkatan Darat sebagai Pemilik lahan.
Proyek stretegis tersebut sempat ramai diisukan bisa menelan anggaran hingga Rp150 miliar, namun angka tersebut berkurang setelah dilakukan review oleh Inspektorat Provinsi Jawa Barat.
Baca juga: Tingkatkan Kapasitas SDM Perparkiran, Dishub Kota Cimahi Lakukan Pembinaan Juru Parkir
“Kemarin sempat rame kita menyediakan pagu Rp150 miliar. Ketika ada review dari inspektorat provinsi, berkurang menjadi 130 miliar,” kata Kepala UPTD 3 Dinas Bina Marga Jabar, Muchtar Jalaludin, selasa (28/4/2026).
Angka Rp130 miliar tersebut menurut Muchtar berpotensi mengalami pengurangan kembali. Hal itu sesuai dengan penawaran yang disampaikan pelaksana proyek nantinya.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan persiapan untuk proses lelang tender. Dengan demikian, pengerjaan fisik masih harus menunggu antara 30-45 hari.
Baca juga: Siap-siap Mapay Jawa Barat, Semarak Karnaval Binokasih Mulai Digelar Akhir Pekan Ini
“Proyeknya berpengaruh juga dari pelaksanaan tendernya, memakan waktu antara 200-210 hari,” imbuhnya.
Meski seperti harapan masyarakat agar proyek underpass Gatot Subroto dapat segera dikerjakan, Muchtar menyebut persiapan harus dilakukan dengan sangat matang.
“Ini proyek yang strategis, maka semua persiapan harus kita matangkan terus,” ujarnya.***(Heryana)






























