DPRD Kota Cimahi Pertanyakan Kontribusi Apindo dalam Pembangunan Daerah: Mereka Cari Uang di Cimahi

Bandung Raya784 Dilihat

Kota Cimahi – Beragam program dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi untuk mewujudkan pembangunan daerah, baik dilakukan pemerintah sendiri melalui rencana, maupun dengan pelibatan pihak swasta dan lembaga lainnya secara pentahelix.

Namun Anggota DPRD Kota Cimahi H. Barkah Setiawan justru menyoroti masih adanya pihak yang belum melibatkan diri dalam pembangunan Kota Cimahi, sementara berkegiatan bisnis dengan pemanfaatan potensi kota.

Secara spesifik Barkah mempertanyakan peran Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Cimahi dalam serangkaian program pembangunan yang digenjot Pemkot. Dalam pandangannya, Apindo yang mewadahi para pengusaha justru belum terlihat berkontribusi.

Baca juga: Diduga Jadi Penyebab Banjir, Bupati Bandung Instruksikan Camat Margahayu Bongkar Bangunan Halangi Saluran Air

“Saya belum melihat gerakan Apindo yang greget terhadap pembangunan kota Cimahi,” kata Barkah.

Ia melanjutkan, Apindo seyogyanya dapat turut berpartisipasi dalam sejumlah program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah,. Salah satunya ketika Pemkot membangun 10.000 sumber daya manusia siap kerja melalui beberapa pelatihan berbasis kompetensi.

Dalam hal ini, Apindo menurutnya dapat terlibat langsung serta berkolaborasi bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi dalam kegiatan tersebut. Bahkan lebih jauhnya organisasi pengusaha itu juga dapat merumuskan konsep untuk dapat menyerap SDM hasil pelatihan.

Baca juga: Dankodiklatad Hadiri Keseruan Reuni SMPN 4 Bandung Angkatan 1987

“Apindo juga harusnya bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja. Karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota mempunyai program untuk membuat 10 ribu tenaga kerja,” ujarnya.

Dengan sinergitas yang terjalin, maka Disnaker akan mengetahui kebutuhan tenaga kerja perusahaan yang tergabung dalam Apindo,  sehingga akan terjalin simbiosis mutualisme antara pemerintah dengan pengusaha yang berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Yang menarik menurut Barkah adalah jumlah perusahaan yang ada di Cimahi melebihi jumlah RW. Jika kolaborasi dan sinergitas terjadi, maka masyarakat di setiap RW dapat memiliki kewajiban untuk melindungi setiap perusahaan.

Baca juga: PTDI-BAT Sepakati Kerja Sama Bangun Ekosistem Industri Perawatan dan Perbaikan Pesawat

“Di sisi lain juga perusahaan mempunyai kewajiban feedback-nya terhadap pemerintah maupun masyarakat yang ada di sekitar,” tandasnya.

Barkah juga menyoroti dampak lingkungan dari kehadiran perusahaan. Dikatakannya, perusahaan dapat melibatkan warga sekitar dalam pengelolaan limbah yang memungkinkan terjadinya dampak pembangunan ekonomi yang positif, pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan.

Apindo juga dapat berkontribusi pada pembangunan prestasi warga kota dengan memberikan dukungan terhadap upaya pembinaan atlet yang dilakukan pemerintah, seperti melalui kompetisi atau turnamen yang diselenggarakan organisasi olahraga resmi.

Baca juga: KDM Segera Lanjutkan Tata Jembatan Cirahong, Rest Area Jadi Tambahan

“Minimal ada bentuk perhatian Apindo terhadap lingkungan, terhadap kegiatan yang ada di Kota Cimahi, berkontribusi dalam olahraga atau apapun, sehingga kelihatan, oh ini Apindo lho. Karena apa? Karena mereka mencari uang di Kota Cimahi,” Imbuhnya.

Jika pun perusahaan menyerap tenaga kerja, Barkah menyebut hal itu masih dinilai minim karena masih didominasi warga non-Cimahi. Bahkan ironisnya, Cimahi masih menjadi kota dengan angka pengangguran tertinggi kedua di Jawa Barat, setelah Kabupaten Indramayu.

Cimahi sebagai kota kecil menurut Barkah, baiknya ditata sedemikian rupa secara bersama-sama. Termasuk pembagian tata ruang di setiap kawasan sesuai peruntukannya.

Baca juga: Update Pembangunan Underpass Gatot Subroto, Pemkot Cimahi Harap Akhir Mei Dimulai

“Sudah dikenal kawasan industri misalnya daerah selatan, sok tata itu. Jujur tidak jujur, mereka membuang limbah, membuang kotoran dan sebagainya, ini kan dampaknya ke masyarakat. Apindo ada CSR? Saya tidak tahu, sebesar apa CSR itu digunakan untuk masyarakat? Saya juga tidak tahu,” ujarnya.

Barkah juga mengingatkan soal pentingnya komunikasi intens antara Pemkot Cimahi dengan Apindo, agar sinergitas yang diharapkan dapat terjalin dengan baik untuk kelancaran seluruh program pembangunan.

” Saya ingin ada kesadaran baik pihak eksekutif maupun pihak apindo sendiri. Karena sekali lagi, semuanya harus simbiosis, harus saling menguntungkan, saling menitipkan diri,” tegasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *