Bebenah Kembalikan Wibawa Bandung Sebagai Ibu Kota Provinsi, KDM Soroti Sejumlah Persoalan

Jawa Barat43 Dilihat

Kota Bandung – Beberapa persoalan di Kota Bandung menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam mewujudkan keinginannya mengembalikan wibawa “Kota Kembang” sebagai Ibukota Provinsi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Dedi Mulyadi adalah persoalan sampah. Terdapat sejumlah titik di Kota Bandung yang masih terlihat tumpukan sampah.

Untuk masalah yang dianggap cukup krusial itu, Dedi memastikan akan segera membereskannya. Sampah optimis terselesaikan dengan optimalisasi TPA Sarimukti yang pengelolaannya berbasis energi.

Baca juga: Lewat Hari Kartini, TK Dayang Sumbi Perkenalkan Kekayaan Budaya Indonesia Sejak Dini

“Kita harus pastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di sudut-sudut kota. Ini harus ditangani bersama,” kata KDM (Kang Dedi Mulyadi), Rabu (22/4/2026).

Menata kembali Kota Bandung diakui KDM memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Dirinya mengapresiasi ASN Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung yang telah memulai sinergitas tersebut.

Hal mendasar dalam menjaga lingkungan tempat kerja masing-masing juga mendapat penilaian baik dari KDM. Ia pun berterima kasih kepada seluruh ASN di dua pemerintahan tersebut.

Baca juga: Gaji Tenaga Honorer Sekolah Nunggak Terbentur Aturan, KDM Segera Temui Menpan RB

“Minimal satu kilometer menuju kantor harus dalam kondisi bersih, tertata, indah, dan berestetika,” katanya.

Apresiasi juga disampaikannya kepada seluruh warga yang turut berpartisipasi dalam upaya mengembalikan wibawa Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi.

Begitu banyaknya persoalan kota berjuluk Paris van Java yang masih menjadi pekerjaan rumah. Selain sampah, persoalan lain yang menjadi sorotan gubernur adalah penerangan jalan.

Baca juga: Menteri ESDM Ingatkan Masyarakat Mampu Tak Beralih ke BBM Subsidi

Bandung menurutnya harus terang dengan mengoptimalkan fungsi penerangan jalan umum (PJU). Demikian juga dengan optimalisasi kamera pengawas untuk meunjang keamanan kota.

“PJU tidak boleh ada yang mati. Semua harus terang. CCTV juga harus terintegrasi dengan baik antara provinsi dan kota,” tandasnya.

Masalah khas wilayah urban, yakni banjir tak luput dari perhatiannya. Mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan, kemacetan menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama.

Baca juga: Adhitia Sebut Tiga Alasan Cimahi Terpilih jadi Tuan Rumah Rakor Disdukcapil se-Jawa Barat

Beberapa langkah strategis penyelesaian kemacetanpun disebut KDM. Diantaranya Pemprov Jabar mendorong pengembangan sarana transortasi massal.

Selain itu, Pemprov juga mendorong pembangunan infrastruktur pengurai kemacetan seperti underpass dan flyover (jembatan layang).

“Lampu lalu lintas harus bisa menyesuaikan dengan kondisi kendaraan, sehingga lebih efektif mengurai kemacetan,” sambungnya.

Baca juga: Hadiri DSA 2026, Langkah Strategis PTDI Perkuat Kerja Sama Bidang Pertahanan dengan Malaysia

Kunci kesuksesan penataan kota Bandung menjadi lebih berwibawa, modern, dan berorientasi masa depan menurut KDM adalah kolaborasi.

Untuk itu, selain berterima kasih kepada Wali Kota Bandung atas kolaborasi selama ini, ia juga mengajak kolaborasi tersebut dapat terus ditingkatkan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *