Usai Tuai Kekecewaan Warganet, Pria Berjoget Kabarkan SPPG Miliknya Diberhentikan BGN

Bandung Raya697 Dilihat

Kota Bandung – Sempat viral karena video aksi berjogetnya tersebar di media sosial, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengabarkan temapt usahanya itu kini telah ditutup.

Penutupan SPPG milik pria yang belakangan diketahui bernama Hendrik Irawan itu dlakukan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.

Dalam sebuah video klarifiasi yang tersebar pada Rabu (25/3/2026), Hendrik menyampaikan kabar penutupan SPPG miliknya yang menurut informasi berlokasi di Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu.

Baca juga: Hampir 100 Persen Kehadiran Pegawai Pemkot Cimahi Pascalibur Lebaran

“Pagi ini saya diberhentikan oleh Ibu Nanik Wakil Kepala BGN. Mungkin netizen merasa puas, tidak apa-apa, yang penting saya sudah meminta maaf sudah berapa kali,” ucapnya.

Seakan menyalahkan warganet, pria yang tiba-tiba terkenal dengan joget sambil pamer insentif Rp6 juta per hari itu menyebut penutupan SPPG miliknya sebagai dampak dari hujatan warganet.

“Saya termasuk mitra yang sering pansos (panjat sosial). Tapi dengan hujatan anda (warganet), SPPG kami akhirnya ditutup sama Ibu Nanik dari BGN,” lanjutnya.

Baca juga: Kebakaran Hebat di Bandung, Tiga Toko Bangunan Dilahap Si Jago Merah

Dalam pernyataanya, Hendrik mengakui jika dirinya memang melakukan aksi joget yang dilakukan di SPPG. Hanya saja ia tak menyangka aksinya itu akan viral.

Namun menurutnya, terdapat 150 karyawan yang ia pikirkan setelah keputusan penghentian operasional SPPG itu dikeluarkan oleh BGN.

“Dengan hujatan, cacian, dan laporan anda kepada BGN, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja, yang sekarang tidak produksi untuk tanggal 31,” ungkapnya.

Baca juga: Sambut Hari Raya, Warga Jabar Semangat Bayar Pajak: Pendapatan Pemprov Tiga Kali Lipat

Ia pun mengaku tak berniat melecehkan program yang digagas Presiden Prabowo Subiano itu. Namun ibarat peribahasa nasi sudah menjadi bubur, semuanya sudah terlanjur terjadi.

Sebelumnya, video aksi berjoget Hendrik sempat viral di media sosial dan memantik emosi publik lantaran dalam aksinya tersebut Hendrik kerap menyebut keuntungan yang didapat dari SPPG miliknya.

Sambil berjoget ala modern dance, Hendrik menyebut keuntungan yang didapatnya sebesar Rp6 juta per hari dari satu SPPG. Aksinya tersebut sontak membuat publik geram.

Baca juga: Sukses Amankan Arus Mudik, Kapolresta Bandung: Buah Kerja Keras Kolektif

Publik mempertanyakan empati dari pria tersebut disaat program MBG masih dianggap belum memuaskan masyarakat. Berita terus berkembang hingga beberapa diantara warganet bahkan memparodikan aksi joget SPPG tersebut.

Kabar lainnya menyebut pria bertubuh gempal itu tak hanya memiliki satu SPPG, melainkan tujuh unit, meski kebenaran informasi tersebut masih perlu dibuktikan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *