Tinjau Jalan Alternatif Situ Ciburuy, DPRD Bandung Barat Siap Kaji Usulan Warga

Bandung Raya73 Dilihat

Bandung Barat – Usulan warga Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang untuk membuat jalan alternatif Situ Ciburuy-Bojongkoneng mendapat respons positif dari DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Audiensi warga Desa Ciburuy yang berlangsung pada pekan sebelumnya, ditindaklajuti Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat dengan melakukan peninjauan lapangan. Tujuannya mengetahui secara langsung kondisi riil lokasi yang diusulkan warga.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat Pither Tjuandys, S.I.P., M.M. bersama beberapa sejumlah anggota melakukan peninjauan ke lokasi jalan alternatif Curug Ateng-Cuhcur, Jumat (2/10/2026).

Baca juga: Ramai Kabar Pemprov Jabar Hentikan Proyek BDx Data Centers, KDM: Ini Penegakan Aturan

“Masyarakat menyampaikan aspirasi bahwa di Situ Ciburuy ini terdapat jalan menyempit, yang masyarakat mengiginkan dilebarkan agar bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat umum,” kata Pither usai meninjau lokasi.

Beberapa hal yang didapatnya di lapangan disebut Pither menjadi materi dan bahan bagi pihaknya melakukan langkah berikutnya, di antaranya berupa proses kajian.

Dalam rencana pembukaan akses jalan alternatif Curug Ateng-Cuhcur, Pither melihat adanya persoalan yang terlebih dahulu harus diselesaikan sebelum dimulainya pembangunan.

Baca juga: Pertimbangan Penting Pasangan Muda yang Impikan Hunian Lega

Di antaranya, ia menemukan keberadaan beberapa rumah warga yang justru membuat jalan tersebut menyempit.

Hal yang sama juga menjadi perhatian Komisi III, yaitu keinginan warga agar tersier air yang sudah sekira 15 tahun mengering dapat direaktivasi. Sehingga bisa mengairi lahan pertanian, sekaligus memenuhi kembali Situ Ciburuy.

“Yang kedua adalah irigasi yang kurang lebih 15 tahun tidak produuktif lagi, mengakibatkan 50 masyarakat mengalami usahanya dibidang pertanian persawahan jadinya tidak baik,” imbuhnya.

Baca juga: Enam Tersangka Pencuri Kabel Sinyal Whoosh Ditangkap Polisi, KCIC: Ancam Keselamatan Perjalanan

Pither kembali mengaskan jika langkah awal yang akan dilakukan pihaknya adalah memperdalam kajian, dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk dinas terkait.

“Kita lihat bersama dinas, kita akan coba kaji persoalan kendalanya apa, kemudian kita akan duduk bersama untuk menentukan solusi apa yang akan kita berikan, itu menjadi hal teknis yang akan kita pikirkan” jelasnya.

Menurutnya, kajian sangat penting dilakukan serta menjadi bagian paling fundamental sebelum melakukan eksekusi. Melalui kajian yang dimaksud akan diketahui jumlah dan jenis kendala, langkah teknis yang harus dilakukan, hingga kebutuhan biaya.

Baca juga: Dua Hari Menjabat, Kapolresta Bandung Turut Atur Lalu Lintas Pagi Hari

Untuk itu, meski ia mendukung masyarakat agar usulan segera terealisasi, namun dirinya tak ingin menjanjikan target waktu, karena setiap tahapan harus ditempuh dengan tuntas dan baik.

“Soal waktu belum bisa kita tentukan karena kita berbicara tahun anggaran. Tapi hari ini kita hadir untuk masyarakat, menyikapi dan melihat, untuk dikaji selanjutnya,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, ia meminta masyarakat dan aparat kewilayahan untuk selalu pro aktif saling berkomunikasi dan memperkuat koordinasi demi kelancaran proses yang harus dilalui.

Baca juga: PDAM Purwakarta Siap Pasok Kebutuhan BDx Data Centers, Direktur: Keuntungan untuk Tingkatkan Layanan

“Saya memberikan pesan bahwa kepala desa dan camat segera berkoordinasi dengan masyarakat, bagaimana kalau ini (jalan) dilebarkan. Kuncinya, kalau mereka mengizinkan berarti kita sudah masuk kajian utama,” pungkasnya.

Salah satu tokoh masyarakat bernama Warga Sudarlan mengatakan akan segera melakukan koordinasi atar warga, terutama bersama pemilik rumah yang akan terdampak pelebaran jalan di Curug Ateng.

“Barusan ada informasi sebelum 10 Oktober kita akan musyawarah di desa bagi pemilik rumah yang terdampak pelebaran jalan. Karena kebetulan rumah itu yang maju ke sempadan pengairan, bukan tanah milik dia,” ungkap Sudarlan.

Baca juga: Matangkan Rencana Ubah Bedeng Jadi Homestay, Dedi Mulyadi: Mereka Akan Dididik Kepariwisataan

Menurutnya, dalam musyarawah nanti akan dibahas terkait rencana penggeseran tiga unit rumah warga sebagai konsekuensi dari pelebaran jalan alternatif yang diinginkan warga Desa Ciburuy.

“Kita dengan kepala desa berkoordinasi bagaimana caranya supaya mereka mau menggeserkan rumah yang terkena rencana pelebaran jalan,” ujarnya.

Sudarlan juga mengungkapkan kembali bahwa ada tiga keinginan warga yang disampaikan kepada DPRD sebagai aspirasi. Di antaranya pembukaan jalan alternatif Curug Ateng-Cuhcur, penggeseran tiang listrik dan provider yang menghalangi mulut jalan, serta reaktivasi irigasi dan tersier air.

Baca juga: KDM Akan Ambil Alih Pengelolaan Lahan PTPN dan Perhutani Jadi Strategi Selesaikan Kemiskinan Petani

“Semuana ingin cepat, tapi semuanya perlu proses kita harus sabar yang penting jalan ini terealisasi, termasuk sungai ini ada airnya lagi,” kata Sudarlan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *