Bandung Barat – Kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat ke Desa Ciburuy disambut optimisme warga dan petani yang belasan tahun merindukan saluran irigasi dari Kampung Cuhcur ke Situ Ciburuy mengalirkan air kembali.
Kepada Warta Pajajaran, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat Amung Ma’mur, S.Ag., M.H. menuturkan, kunjungannya tersebut merupakan bentuk pengawasan yang tak hanya dibalik mea, tetapi dilakukan secara riil di lapangan.
Salah satu agenda dalam kunjungan tersebut adalah merespons aspirasi masyarakat Desa Ciburuy yang menginginkan agar saluran irigasi dari Desa Bojongkoneng dapat diaktifkan kembali setelah sekira 15 tahun mengering.
Baca juga: Tinjau Jalan Alternatif Situ Ciburuy, DPRD Bandung Barat Siap Kaji Usulan Warga
“Alhamdulillah Komisi II ingin memastikan aliran air untuk pertanian bisa dibuka kembali. Sehingga kebun-kebun yang dulunya sawah, mudah-mudahan ke depan bisa menjadi sawah kembali,” ujar Amung.
Dalam kegiatan pengawasan tersebut, Amung bersama sejumlah Anggota Komisi II lainnya sempat menelusuri titik asal irigasi yang berada di kampung Cuhcur, berbatasan dengan Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah.
Dalam perjalanan sekira satu kilometer itu, Amung menyaksikan langsung irigasi yang tampak sudah mengering, hanya ditutupi dedaunan kering dari pepohonan yang berdiri di sekitarnya. Sementara sebagian saluran tampak tertutup sedimentasi yang menjadikannya dangkal.
Baca juga: Ramai Kabar Pemprov Jabar Hentikan Proyek BDx Data Centers, KDM: Ini Penegakan Aturan
“Dari awalnya Bojongkoneng sedimennya sudah terlalu dangkal, hingga sudah perlu pengerukan. Mudah-mudahan 2027 sudah mulai pengerukan,” jelasnya.
Usai meninjau lokasi, ia juga sempat menyoroti pembangunan dan revitalisasi irigasi yang menurutnya memerlukan anggaran yang cukup besar. Nilainya menurut Amung sangat kecil kemungkinan bisa ditutupi seluruhnya dari APBD Bandung Barat.
Hanya saja ia optimis jika soal pembiayaan dapat dilakukan dengan sejumlah cara. Selain memanfaatkan APBD yang terbatas, juga bisa diupayakan melalui bantuan DAK dari pemerintah pusat sesuai program swasembada pangan Presiden R Prabowo Subianto.
Baca juga: Pertimbangan Penting Pasangan Muda yang Impikan Hunian Lega
“Kita sadar APBD kita belum memadai, tapi jangan sampai program yang baik dari Pak Presiden untuk menjaga ketahanan pangan, bagaimana mau swasembada pangan kalau irigasinya tidak terurus,” ujarnya.
Ia optimis cara-cara tersebut bisa dioptimalkan setelah sebelumnya dilakukan kajian dan klasifikasi komponen yang bisa dibiayai APBD serta komponen yang memerlukan intervensi pemerintah pusat.
Sementara soal penggeseran tiang listrik yang juga diusulkan warga untuk digeser, menyusul akan dibukanya jalan alternatif juga sudah Amung tindaklanjuti dengan menghubungi pihak PT PLN.
Baca juga: Pasutri Pengedar Uang Palsu Diamankan Polres Cimahi, Beroperasi Empat Bulan
Di hadapan warga, Amung meminta pihak PLN untuk membantu sepenuhnya menggeser tiang tersebut agar tidak menghalangi jalan alternatif Curug Ateng-Cuhcur di kawasan Situ Ciburuy.
“Kami dari Dewan insyaAllah berjuang maksimal, semaksimal mungkin karena fungsi dewan kan perjuangan, pengawasan, dan lain-lain, sementara eksekusinya tetap di eksekutif. Kami akan mengawal ini sampai tuntas, yang penting sesuai prosedur, jangan ada adminidstasi yang dilangkahi,” tegasnya.
Ketua Forum Masyarakat Cinta Ciburuy (Formacib) Agus Ajhe mengapresiasi langkah dan komitmen Komisi II DPRD KBB yang merespons positif aspirasi masyarakat Desa Ciburuy.
Baca juga: Enam Tersangka Pencuri Kabel Sinyal Whoosh Ditangkap Polisi, KCIC: Ancam Keselamatan Perjalanan
“Soal tiang listrik tadi sudah dimintakan secara langung kepada ULP Cimahi melalui komisi II Pak Amung Ma’mur. Ahamdulillah Pak Amung sudah berbicara dan akan ditindaklanjuti PLN untuk digeser tiangnya sekitar 2,5 meter agar tidak menghalangi akses jalan masuk,” ungkapnya.
Agus juga menyampaikan apresiasi atas langkah Amung dan jajaran yang akan membantu melakukan normalisasi saluran irigasi agar para petani di Kampung Cuhcur dan Lebakgede bisa kembali mendapatkan air untuk lahan pertanian mereka.
“Alhamdulillah Komisi II dan III sudah meninjau hari ini. Mungkin saya memintakan juga agar Dewan bisa mempercepat, karena ini untuk kepentingan umum,” ujarnya.***(Heryana)

























