Sekda Jabar: Pencak Silat Tradisional Sesuai Misi Pendidikan Gapura Pancawaluya

Jawa Barat182 Dilihat

Kota Bandung – Menjaga kelestarian Pencak Silat tak hanya menjaga kesenian dan kebudayaan, namun menjaga ketangguhan mental dan spiritual manusia ditengah era yang penuh tantangan.

Pernyataan tersebut disamaikan Sekretars Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman saat memberi sambutan dalam acara Penandatanganan Piagam Penghargaan dan Pelantikan Pengurus Keluarga Pencak Silat Tradisional Indonesia (KPSTI) se-Bandung Raya, Sabtu (10/10/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan, Kota Bandung itu, Herman Suryatman juga menekankan pentingnya mengembangkan Pencak Silat tradisional sebagai sarana membangun karakter bangsa.

Baca juga: Pemkab Bandung Lindungi Ribuan Kontingen Porprov dengan BPJS Ketenagakerjaan

“Pertempuran sejati hari ini adalah memupuk mental dan memperkuat spiritual generasi muda agar tidak rapuh. Salah satu alatnya adalah warisan leluhur yang harus kita jaga, yaitu pencak silat tradisional,” ujarnya.

Ia menuturkan, terdapat dua dimensi penting yang terkandung dalam pencak silat tradisional, yaitu bela diri pencak silat sebagai tontonan yang menarik dengan keindahan gerak diiringi musik serta unsur seni lainnya.

Dimensi berikutnya dari pencak silat tradisional adalah sebagai tuntunan dengan nilai-nilai luhur kehidupan yang terkandung di dalamnya, seperti kejujuran, kesabaran, dan kerendahan hati, yang membangun karakter dan kepribadian.

Baca juga: Fix, Puluhan RS Ini Kerjasama dengan Pemprov Jabar Beri Layanan Kesehatan, Biaya Ditanggung Pemda

“Setiap jurus tidak lahir begitu saja, tetapi berangkat dari perjalanan spiritual dan pasti memiliki makna. Di dalamnya ada nilai kesatria, bagaimana seseorang harus jujur, berani, kritis terhadap lingkungan, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi,” imbuhnya.

Menurut Herman, semangat meestarikan pencak silat tradisional sejalan dengan visi pembangunan SDM Jawa Barat dalam bidang pendidikan dengan Gapura Pancawaluya, menciptakan masyarakat Jabar yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.

Ia optimis pencak silat tradisional dengan penerapan nilai-niai luhurnya bisa menjadi wahana untuk mewujudkan misi dan visi pendidikan dan pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) di Jawa Barat sejak dini.

Baca juga: Soal Rumah Dinas Jadi Markas Judol, KSAD Janji Tindak Tegas Anggota yang Terlibat

“Di beberapa lingkungan masyarakat, pencak silat dan mengaji berjalan beriringan. Dalam pencak silat bisa disisipkan nilai-nilai keagamaan. Ini sangat baik karena membentuk generasi yang terampil dan memiliki landasan spiritual yang kuat,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda Jabar juga menyampaikan komitmen Pemrov Jawa Barat untuk selalu mendukung upaya pelestarian pencak silat tradisional sesuai kemampuan serta daya dukung yang tersedia.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *