Warga Keluhkan Proyek BRT Timbulkan Kemacetan, Farhan Minta Pengelola Percepat Pembangunan

Bandung Raya63 Dilihat

Kota Bandung – Pembangunan halte Bandung Rapid Transit (BRT) di beberapa titik Kota Bandung menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan, terutama pasal pembangunan tersebut yang berdampak terjadinya kemacaetan.

Salah satu pembangunan halte BRT yang dikeluhkan warga adalah di kawasan Cicadas. Seperti diketahui, halte tersebut dibangun di tengah jalan. Potensi kemacetan pun menjadi semakin tinggi.

“Itu sudah diduga sebelumnya. Jadi saya sedang komunikasi bagaimana cara meminimalkan kemacetan supaya pengerjaannya tidak menimbulkan kemacetan,” kata Farhan, menjawab keluhan warga tersebut.

Baca juga: KDM Minta Izin Warga untuk Ubah Nama Masjid Tempat Solatkan Jenazah Kanaya

Menurutnya, kondisi yang terjadi bersifat sementara. Pihaknya meyakini pembangunan halte BRT akan sangat cepat dengan perkiraan membutuhkan waktu sekira dua pekan. Hal tersebut berdasarkan pengalaman pembangunan serupa di kawasan Antapani.

Halte BRT Cicadas yang dibangun di tengah jalan dipastikan tanpa dilengkapi jembatan penyeberangan orang (JPO). Hal tersebut justru menimbulkan tanda tanya dari masyarakat, terutama terkait dengan keselamatan dan keamanan.

Sementara yang menjadi alasan Farhan adalah karena areanya yang sempit. Namun ia berjanji akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Baca juga: Pembangunan Bendungan Cibeet Terkendala Pengadaan Lahan, Sekda Jabar Sebut Segera Akselerasi

“Kita akan amati terus, karena saya juga tidak mau sampai terjadi kecelakaan. Ditambah lagi, dengan lantai halte yang tinggi, tentu akan ada kesulitan juga bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.

Disinggung terkait opsi pelebaran jalan untuk membuat area halte di tengah jalan itu menjadi lebih luas, Farhan menyebut hal itu tak mungkin bisa dilakukan, mengingat halte sudah lebih dahulu terbangun.

Wali Kota Bandung itu juga mengaku terus berkoordinasi dengan pengelola BRT dan meminta perusahaan tersebut selalu memberikan informasi yang lebih massif terkait proyek yang sedang berlangsung.

Baca juga: Kanaya Tutup Usia, Dedi Mulyadi: Purnama Kini Bukan Lagi Sekadar Dirindu

“Ini yang kami lakukan terus untuk menekan BRT, memberikan sosialisasi yang lebih banyak, termasuk sosialisasi kepada parkir dan juga pedagang,” ujarnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *