Pesan Lingkungan Perkuat Karya Seni Mural Kapten John di Kampung Cibunut: Menjaga Semangat Kehidupan

Bandung Raya54 Dilihat

Kota Bandung – Seniman John Martono atau yang akrab disapa Kapten John kembali mewarnai Kota Bandung dengan goresan apiknya dalam sebuah karya mural yang indah.

Kali ini karya mural Kapten John hadir menghiasi setiap jengkal dinding yang ada di sebuah kampung bernama Kampung Cibunut, RW 07,  yang berada di Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Kepada Warta Pajajaran, John yang juga merupakan salah satu dosen di Insitut Teknologi Bandung (ITB) itu menceritakan proses muralisasi Kampung Cibunut yang dilakukan selama dua pekan terakhir.

Baca juga: Gandeng Kapten John, DSDABM Kota Bandung Percantik Kampung Cibunut dengan Mural Baru

“Ini tugas dari DSDABM Kota Bandung, kita membantu revitalisai. Aku menentukan konsep dan polanya, secara teknis dikerjakan oleh temen-temen THL dan juga tim saya. Kita coba per kelompok menurut klasifikasi di RW ini,” ungkapnya.

Kepedulian dan pemeliharaan lingkungan tetap dipilih John sebagai konsep dari karya mural yang diterapkan di kampung tersebut. Salah satu yang ditampilkan adalah mural dengan rupa ikan.

Keberadaan ikan menurutnya merupakan sebuah indikator adanya kehidupan yang baik. Air yang masih dihuni ikan menandakan wilayah tersebut merupakan lingkungan yang layak.

Baca juga: Bupati Bandung Dorong Kepala Desa Perkuat Keilmuan Tata Kelola Pemerintahan dan Keuangan

“Tetap konsep pemeliharaan lingkungan, misalnya disitu ada mural ikan. Saya percaya kalau ikan masih hidup di sebuah wilayah air artinya air itu layak ada kehidupan. Termasuk ada capung, kupu-kupu itu kan salah satu indikasi lingkungan masih baik,” ujarnya.

Dari karya mural tersebut juga tersirat sebuah pesan akan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih, sehat dan lestari.

Saat ditanya soal tantangan membuat mural di Kampung Cibunut, John justru menceritakan keunikan membuat karya seni mural yang dilakukan di luar studio. Menurutnya, ada perbedaan yang cukup menonjol ketika melukis diluar ruangan seperti dinding dan tembok gang, yakni fleksibilitas.

Baca juga: Alumni PGAN Bandung, Dari Reuni Hingga Mimpi Bersama Wujudkan Sekolah Unggulan

“Tantangannya beda dengan karya studio. Ini kan situasional, ada bidang besar, bidang kecil, ada bidang yang kasar, rata, dan halus. Tapi sebenarnya peluang, bukan tantangan sih. Kita harus bisa fleksibel juga menghadapi segala situasi,” kisahnya.

Membuat karya seni mural bukan kali pertama dilakukan Kapten Johm di Kota Bandung. Sebelumnya ia melakukan muralisasi di sepanjang jalan siliwangi, kolong flyover Pasupati, hingga lapang olahraga Lodaya.

Selain itu sebuah mahakarya John juga masih berdiri dan dinikmati keindahannya oleh warga Kota Bandung hingga saat ini, yakni flyover jalan Jakarta, atau masyarakat banyak yang menyebutnya dengan “Flyover Pelangi”.

Baca juga: Ribuan Botol Miras Dimusnahkan, Wali Kota Cimahi: Kami Tak Akan Berhenti Memberantas

Harapannya dunia makin tahu, kemudian ini akan menjadi inspirasi bagi wilayah lain yang belum seperti ini. Mari kita jaga lingkungan kita masing-masing, kita besarkan Bandung agar bisa setara dengan kota besar sedunia,” ajaknya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *