Pemkab dan Baznas Kabupaten Bandung Segera Perbaiki 10 Rumah Terdampak Bencana Longsor di Kutawaringin

Bandung Raya69 Dilihat

Kabupaten Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan sejumlah langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dalam penanganan bencana longsor di Kecamatan Kutawaringin.

Bencana longsor yang terjadi pada Rabu (9/9/2026) dini hari itu menurutnya menyebabkan berdampak pada 10 unit rumah warga yang memerlukan penanganan segera.

Untuk itu, pihaknya telah memberikan bantuan keuangan kepada lima keluarga terdampak untuk biaya kontrak rumah demi menghindari potensi bencana susulan. Sementara dari 10 rumah terdampak, dua di antaranya akan direlokasi.

Baca juga: Lepas Kontingen Porprov XV Jawa Barat, Ngatiyana: Berani Berangkat, Berani Berjuang

“Untuk lima penghuni kita berikan bantuan untuk ngontrak dulu selama tiga bulan. Jangan sampai ada kejadian susulan. Untuk dua rumah yang berada dekat sempadan sungai atau irigasi, saya minta pindah lokasi,” katanya.

Kesepuluh rumah terdampak menurutnya akan segera dilakukan perbaikan melalui kolaborasi antara Pemkab Bandung dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung.

Dalam hal ini, melalui program rutilahu, Pemkab Bandung akan memperbaiki delapan unit rumah, sedangkan dua unit lainnya akan diperbaiki oleh Baznas Kabupaten Bandung dalam program yang sama.

Baca juga: Keputusan Bijak Pasangan Muda Miliki Rumah Hunian Sejak Dini

“Dua unit dikelola Baznas Kabupaten Bandung, dan delapan unit oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. Insya Allah dalam waktu dekat kita koordinasikan secara teknis,” kata Dadang.

Dalam peninjauannya ke lokasi bencana, Kamis (10/9/2026) Bupati memastikan penanganan bencana longsor di wilaya tersebut dilakukan secara kolaboratif melibatkan berbagai unsur dan lembaga, termasuk pemerintah desa hingga masyarakat.

“Ini dilakukan secara Pentahelix. Karena kondisi anggaran kita masing-masing punya aturan dan kewenangan,” ujarnya.

Baca juga: Libatkan TNI-Polri, Pemprov Jabar Pastikan Kesesuaian Klasifikasi Kesejahteraan Masyarakat

Kendati demikian, dirinya bersyukur menyaksikan langsung sekira 300 orang masyarakat dan kelompok tani terjun bahu membahu dan bergotong royong terlibat dalam penanganan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *