DPRD Bandung Barat Respons Keinginan Warga Desa Ciburuy, dari Reaktivasi Tersier Air Hingga Bangun Jalan Alternatif

Bandung Raya15 Dilihat

Bandung Barat – Tiga keinginan warga Desa Ciburuy yang disampaikan beberapa waktu lalu akhirnya mendapat respons dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tiga keinginan itu di antaranya terkait dengan reaktivasi tersier air sebagai infrastruktur pendukug pengairan, pemindahan tiang listrik dan tiang provider, serta pembukaan jalur alternatif Cuhcur Curug Ateng.

Ketiga keinginan warga RW 15 Pasir Angin dan RW 01 Cuhcur itu mendapat respons dari DPRD Bandung Barat melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Rabu (23/9/2026). Dalam forum ini, sedikitnya 12 perwakilan warga diundang oleh DPRD.

Baca juga: Ketika Media Asing Soroti Popularitas Dedi Mulyadi Jelang Pilpres 2029

“Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya Komisi III yang membidani infrastruktur menerima forum masyarakat beserta tokoh-tokoh masyarakat, juga Pemdes Ciburuy pada Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri oleh 12 perwakilan,” ungkap Ketua Forum Masyarakat Cinta Ciburuy (Formacib) Agus Ajhe.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh perwakilan menyampaikan tiga keinginan masyarakat untuk dapat didorong oleh DPRD agar segera direalisasikan oleh Pemkab Bandung Barat.

Seorang perwakilan yang merupaka Pengurus P3A Blok Cuhcur, Didin, mengatakan bahwa reaktivasi tersier air sangat penting untuk mengairi lahan pertanian, sekaligus menjadi pemasok utama air untuk Situ Ciburuy.

Baca juga: Percepatan Pendidikan Gratis TK-Perguruan Tinggi Mulai Dibahas Prabowo Bersama Kabinet Merah Putih

Menurutnya, sudah sekira 10 tahun puluhan petani mengalami kekeringan hingga gagal panen akibat hilangnya sumber air yang mengalir melalui tersier air tersebut.

“Kita maklum sekarang musim kemarau, namun bisa dikatakan dari 10 tahun ke belakang memang wilayah Cuhcur yang masuk di RW 01 kekurangan air sebab Tersier Air tidak berfungsi secara optimal,” beber Didin.

Tokoh lain bernama Sudarlan menyampaikan keinginan warga akan adanya jalan alternatif Cuhcur Curug Ateng. Menurutnya, jalan dengan lebar sekira dua meter tersebut saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua.

Baca juga: Pemprov Jabar Mulai Siapkan Penataan Cihampelas, Sekda: Segera Kembali ke Jatidirinya

Namun warga berharap jalan tersebut bisa diperlebar dan tembus hingga ke jalan Pemda Kabupaten, yakni Ciburuy Langkob-Cikamuning, sehingga dapat dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk roda empat (mobil).

Dengan begitu, masyarakat akan dimudahkan dalam mendistribusikan hasil pertanian dan potensi lainnya, yang akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.

Soal usulan jalur alternatif juga mendapat tanggapan dari Sekretaris Dinas PUTR Kabupaten Bandung Barat Aan Sopian Gentiana. Ia mengatakan usulan warga bisa bersamaan dengan program pembangunan jalur aternatif Cipatat-Gunung Bentang.

Baca juga: Ribuan Warga dan ASN Kota Cimahi Laksanakan Salat Istisqa Mohon Segera Turun Hujan

Sementara itu Ketua Formacib Agus Ajhe menjelaskan jika ketiga keinginan warga tersebut sudah disampaikan sejak lama. Sayangnya, masyarakat tak kunjung mendapatkan respons.

“Kemudian kami melayangkan surat kepada instansi terkait. Alhamdulillah kali ini kita ditanggapi oleh Ketua Komisi III DPRD Bandung Barat. Beliau menjanjikan akan Cek Lokasi dengan melibatkan Camat dan Kades yang meliputi Dua Kecamatan dan Dua Desa Yaitu Kecamatan Ngamprah Desa Bojong Koneng dan kecamatan Padalarang Desa Ciburuy,” jelasnya.

Ketua Komisi III Pither Tjuandys, S.IP., M.M. mengapresiasi langkah yang dilakukan forum masyarakat. Dirinya berjanji akan meninjau langsung ke lokasi yang dimaksud warga pada pekan depan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *