Sekda Jabar Ungkap Tujuan Pemprov Bongkar Gedung Perpustakaan Gasibu

Jawa Barat23 Dilihat

Kota Bandung – Revitalisasi halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, Kota Bandung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berimbas pada dibongkarnya gedung perpustakaan yang berdiri di Lapangan Gasibu.

Keputusan Pemprov Jabar membongkar Gedung Perpustakaan Gasibu pun menarik perhatian sekaligus menimbulkan tanda tanya masyarakat akan dukungan pemerintah terhadap keberadaan ruang literasi.

Namun, belakangan Sekda Jabar Herman Suryatman memberikan penjelasan ihwal pembongakaran gedung perpustakaan tersebut. Menurutnya, ada rencana transformasi dibalik pembongkaran yang dilakukan.

Baca juga: Polresta Bandung dan Batalyon Zipur 3 Pangalengan Perkuat Sinergitas Jaga Kondusifitas Wilayah

Herman mengatakan, Pemprov Jabar akan mentransformasikan perpustakaan tersebut menjadi perpustakaan digital. Dengan demikian, masyarakat dipastikan masih mendapatkan layanan literasi.

Pasalnya, lanjut Herman Suryatman, pemberian layanan literasi menjadi sebuah komitmen Pemprov Jabar. Ia bahkan menyebut akan menyediakan perpustakaan keliling di lapangan Gasibu selain perpustakaan digital.

“Insya Allah, Lapangan Gasibu terintegrasi dengan halaman Gedung Sate dan masyarakat tetap mendapatkan layanan literasi,” kata Herman, Senin (13/7/2026).

Baca juga: Polsek Bojongsoang Polresta Bandung Tangkap 15 Pelaku Pencurian dengan Kekerasan

Layanan literasi juga bisa didapatkan masyarakat tak jauh dari Gedung sate, yakni Perpustakaan Umum Kota Bandung yang berlokasi dari Jalan Seram Nomor 2, Kota Bnadung.

Dalam keterangannya, mantan Sekda Kabupaten Sumedang itu juga menyinggung soal revitalisasi Lapangan Gasibu yang nantinya akan terintegrasi dengan halaman Gedung Sate.

Herman bilang, beragam aktivitas yang dilakukan masyarakat selama ini di Lapangan Gasibu memerlukan space yang luas. Untuk itu, Pemprov akan melakukan penataan secara menyeluruh.

Baca juga: Trip to Pangandaran Jadi Cara PS.ID Rider Rajut Semangat Kekeluargaan Pajero Sport Indonesia

“Semangat literasi akan tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat,” ujarnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *